loading...
Sepeda motor Honda Supra yang dikembalikan mantan anggota DPRD Sukoharjo. Dok. Polres Sukoharjo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sedikitnya 40 unit sepeda motor Honda Supra di Sukoharjo dikembalikan secara bertahap kepada pemilik sahnya.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Gede Yoga Sanjaya mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas, mengatakan, puluhan motor itu yang sempat menjadi barang bukti (BB) kasus dugaan korupsi pengadaan sepeda motor anggota DPRD Sukoharjo periode 1999-2004, .

Pengembalian tahap pertama sebanyak 20 unit motor dilakukan Senin (28/10/2019). Berlanjut tahap kedua Selasa (29/10/2019). Kegiatan tersebut disaksikan perwakilan Polres Sukoharjo dan kuasa hukum anggota dewan bersangkutan.

Dia mengatakan, penyidikan kasus telah dihentikan karena Kejaksaan Agung memutuskan deponering pada 2002 alias penyampingan perkara.

Baca Juga :  Ditetapkan Zona Merah Covid-19 di Sukoharjo, Grogol Jadi Fokus Penyemprotan Disinfektan

Selain itu, juga telah diterbitkan surat ketetapan penghentian penyidikan No.Pol: S.Tap/146.b XI/2011/Reskrim tanggal 9 November 2011.

“Pemilik sudah kami undang ke kantor. Mereka harus membawa bukti kepemilikan kendaraan. Bagi anggota DPRD yang sudah meninggal, perwakilan yang mengambil motor harus membawa surat keterangan waris,” ujar dia, Rabu (30/10/2019).

Pengadaan 40 unit sepeda motor Honda Supra itu diatasnamakan perorangan anggota DPRD periode 1999-2004. Seharusnya, nomor polisi menggunakan pelat merah karena dibeli dari dana APBD. Namun malah diatasnamakan masing-masing anggota dewan.

Baca Juga :  Corona Sukoharjo, 6 Warga Sukoharjo Positif Covid-19. Didapat Dari Rapid Test 95 Orang

Dampaknya, kasus tersebut dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo karena ada dugaan korupsi. Tapi, oleh Kejaksaan Agung, kasus tersebut dideponering. Selama ini, puluhan motor itu dititipkan di gudang DPRD Sukoharjo. Aria/Polres Sukoharjo