loading...
Loading...
Petugaa damkar saat berjibaku menjinakkan kobaran api di Kragilan, Gemolong, Sragen, Kamis (7/11/2019) pagi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kebakaran hebat yang melanda Gemolong, Sragen, Kamis (7/11/2019) pagi menyisakan cerita menyedihkan. Tiga rumah milik warga Darmo Kiman (70) warga Kampung Kragilan RT 11/11, Kelurahan Kragilan, Gemolong itu ludes dalam sekejap dilalap si jago merah.

Tak hanya tiga rumah, seluruh harta benda milik korban juga ludes tak tersisa.

Isak tangis mengiringi musibah tragis di pagi buta itu. Bahkan Wagiyem (65) yang berjualan gorengan, tak kuasa membendung air matanya mengetahui semua rumah dan hartanya ludes dalam sekejap.

Bahkan wanita yang berprofesi sebagai penjual gorengan di Pasar Gemolong itu langsung syok begitu sampai di rumah.

“Korban tadi memang sempat mengalami syok atas kejadian itu,” papar Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Heru Martono melalui Pelaksana Lapangan Pemadam Kebakaran, Lilik Slamet, Kamis (7/11/2019).

Dari assestmen tim Damkar Sragen, kebakaran di pagi buta itu meludeskan tiga rumah korban. Kemudian bahan kayu mebel senilai jutaan rupiah, lantas padi 50 karung dan perabotan rumah tangga.

Baca Juga :  Bukan Vixion, Ternyata Ini Jenis Motor Yang Dipakai Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Polisi Sragen Bripka Kurniawan! 

“Ada juga surat-surat berharga dan surat penting yang juga terbakar. Lalu ada uang senilai Rp 3 juta dan emas 20 gram,” urai Lilik.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena saat kejadian rumah dalam kondisi kosong.

Pemilik rumah sedang ke sawah, sedangkan sang istri, Wakiyem (65) sedang jualan gorengan di Pasar Gemolong. Sementara anak-anak korban sudah bekerja salah satunya di pabrik mebel dekat lokasi.

Data yang dihimpun di lapangan, kebakaran terjadi pukul 07.10 WIB. Menurut keterangan warga, api muncul kali pertama dari rumah bagian belakang yakni dapur.

Kobaran api dengan cepat merambat ke rumah bagian tengah dan depan. Warga langsung berhamburan membantu pemadanan.

Namun upaya warga sia-sia karena api terlanjur berkobar hebat. Tak lama berselang, tiga mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api.

Baca Juga :  Sigab SOLOPEDULI Lakukan Assesmen Wilayah dan Korban Angin Kencang di SMKN 1 Miri Sragen

Beruntung, berkat kesigapan pemadam dan warga, api berhasil dipadamkan sehingga tak sampai merembet ke permukiman lainnya. Namun tiga rumah milik korban ludes tak tersisa berikut isinya.

“Tadi begitu menerima laporan, tim langsung meluncur ke lokasi. Ada tiga unit mobil pemadam yang diterjunkan. Api berhasil dipadamkan selang dua jam,” terang Lilik.

Kapolsek Gemolong AKP I Ketut Putra mengatakan dari hasil olah TKP, kebakaran diduga dipicu oleh api tungku di dapur korban yang lupa dimatikan. Kerugian akibat kejadian itu itu ditaksir mencapai Rp 150 juta.

“Istri korban profesinya jualan gorengan di Pasar Gemolong. Subuhan tadi sudah selesai masak, lalu berangkat ke Pasar, mungkin lupa mematikan api tungku. Saat kejadian, bapaknya di sawah anaknya kerja di pabrik mebel. Sehingga rumah kosong. Kerugian lebih dari Rp 100 juta,” tandasnya. Wardoyo

Loading...