loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah penelitian arkeologi berhasil menemukan sebuah cincin kuno berusia 1.700 tahun di Essex, Inggris.

Cincin kuno tersebut diyakini milik seorang perempuan atau laki-laki muda Romawi. Cincin dengan batu berbentuk bunga kecubung itu ditemukan, tepatnya di ladang petani di Broxted, dekat Saffron Walden di Essex.

Setelah diperiksa di Essex Coroner’s Court, cincin tersebut dinyatakan sebagai harta karun.

Sophie Flynn, seorang petugas penghubung untuk Portable Antiquities Scheme (PAS) di Colchester Museum mengatakan bahwa bulatan  berukuran kecil yang menunjukkan bahwa cincin dimiliki oleh anak muda.

“Perhiasan seperti ini biasanya dipakai oleh orang-orang Romano-Inggris, yang sama-sama memproduksi barang-barang lokal dan mengimpornya dari tempat lain di Kekaisaran Romawi,” ujar Flynn kepada BBC, dikutip Daily Mail, akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Tiga Hari Sekolah Muncul 176 Kasus Baru Corona, Korsel Liburkan Sekolah Lagi

Cincin tersebut sebenarnya sudah ditemukan sejak 2017, tapi diklasifikasikan sebagai harta karun sah baru-baru ini.

Perhiasan tersebut menjadi kepemilikan berharga bagi siapa saja yang pernah memilikinya, dan diperkirakan berasal dari antara tahun 300 dan 399, menjelang akhir pendudukan Romawi.

Pada tahun 2016, sebuah timbunan perhiasan emas dan perak Romawi yang dikenal sebagai harta Fenwick, ditemukan 2.000 tahun setelah disimpan di tanah oleh seorang wanita Romawi di Colchester.

Baca Juga :  Arab Saudi Buka Kembali Masjid, Ijinkan Salat Berjamaah dengan Protokol Ketat

Para arkeolog menggali perhiasan pada tahun 2014, di bawah department store di tempat yang sekarang dikenal sebagai Colchester High Street di Essex, 40 mil dari penemuan cincin itu.

Direktur Colchester Archaeological Trust, Philip Crummy menggambarkan penemuan itu sebagai kepentingan nasional dan salah satu yang terbaik yang pernah ditemukan di Inggris.

“Kami hampir menyelesaikan studi enam bulan tentang situs itu ketika kami menemukan bola logam kecil yang kusut yang ternyata adalah perhiasan yang tergeletak di sana tanpa gangguan sejak 61 M,” kata arkeolog ini.

www.tempo.co