JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Deklarasi Hak Anak, Puncak Peringatan Ditandai dengan Peresmian Monumen Konvensi Hak Anak

Memperingati 30 tahun Deklarasi Hak Anak, sejumlah kegiatan dilaksanakan di Kota Solo. Puncak peringatan dilaksakan Rabu (20/11/2019) mendatang dengan peresmian Monumen Konvensi Hak Anak di Yaman Jaya Wijaya. Istimewa
loading...
Loading...
Memperingati 30 tahun Deklarasi Hak Anak, sejumlah kegiatan dilaksanakan di Kota Solo. Puncak peringatan dilaksakan Rabu (20/11/2019) mendatang dengan peresmian Monumen Konvensi Hak Anak di Yaman Jaya Wijaya. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Memperingati 30 tahun Deklarasi Hak Anak, sejumlah kegiatan dilaksanakan di Kota Solo. Puncak peringatan dilaksakan Rabu (20/11/2019) mendatang dengan peresmian Monumen Konvensi Hak Anak di Yaman Jaya Wijaya.

Selain itu, serangkaian kegiatan memperingati peristiwa yang sama telah diselenggarakan Forum Anak Surakarta (FAS). Menurut Perwakilan Unicef Indonesia, Armun, anak-anak memegang peranan penting dan harus menjadi fokus, pelaku sekaligus anak yang menyajikan keinginan-keinginannya.

“Partisipasi anak tersebut sebagai upaya agar anak mengambil kebijakan untuk apa yang diinginkan. Karena selama ini anak merasa masih anak sehingga nggak perlu didengar karena takut ngrepoti. Tetapi pada kesempatan ini anak yang menjadi pemimpin, yang menjadi inisiator, yang memutuskan,” urainya, Kamis (14/11/2019), di Loji Gandrung.

Baca Juga :  Begini Kesiapan, SD Muhammadiyah 1 Solo Maju Lomba Sekolah Sehat Nasional

Sementara itu Ketua Forum Anak Surakarta (FAS), Belva Aulia Putri Ayu Rehardini menerangkan, monumen Konvensi Hak Anak (KHA) yang akan diresmikan direncanakan dan didesain oleh anak-anak dari FAS.

“Jadi yang desain bukan dari orang tua atau orang dewasa, melainkan kami yang melakukannya. Anak-anak akan mengambil peran penting dalam peringatan 30 tahun KHA,” paparnya.

Selain meresmikan monumen, terdapat acara final berupa Kids Take Over. Yakni 25 anak akan melakukan wawancara dengan narasumber tokoh-tokoh penting di Jawa Tengah dan Indonesia. Itu sebagai simbol pelibatan anak dalam pengambilan kebijakan. Triawati PP

Loading...