JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Heboh Kabar 8 Buruh Tandur di Sragen Tewas Kesetrum, Begini Fakta Sebenarnya! 

68423
Ilustrasi ibu-ibu buruh menanam padi. Foto/Istimewa
loading...
Loading...
Ilustrasi ibu-ibu buruh menanam padi. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga di berbagai wilayah kecamatan di Sragen dihebohkan dengan kabar sejumlah rombongan buruh tandur (tanam padi) tewas kesetrum atau tersengat listrik.

Kabar yang beredar luas di kalangan warga menyebut jumlah korban buru tandur yang tewas itu mencapai delapan orang.

Kabar itu beredar luas di kalangan warga di beberapa wilayah kecamatan dalam beberapa hari terakhir. Tak jelas siapa yang mengembuskan kabar pertama kali.

Akan tetapi, faktanya kabar itu mulai merebak di beberapa kecamatan seperti di Tanon, Sidoharjo, Masaran hingga luar Sragen. Kabar simpang siur itu beredar di warung-warung, di pasar hingga di kerumunan warga yang bekerja di sawah.

“Iya sudah beberapa hari ini, banyak yang bilang kalau ada 8 orang buruh tandur yang kesetrum di sawah kena jebakan tikus. Kabarnya kejadiannya di Sidoharjo, ada yang bilang di Masaran. Yang terakhir kabarnya terjadi di Kedawung. Nggak tahu apakah itu benar atau nggak, yang jelas di pasar-pasar dan warung lagi ramai kabar itu,” ujar Tarno, salah satu warga di Tanon, Sragen, Sabtu (30/11/2019).

Baca Juga :  Puting Beliung Mengamuk Terjang 4 Kecamatan di Sragen. Sebanyak 35 Rumah dan Masjid Rusak, Puluhan Pohon Bertumbangan ke Jalan 

Senada, Winarso, warga lainnya menyebut kabar 8 buruh tandur kesetrum itu sudah didengarnya sejak tiga hari lalu. Sepengetahuannya, banyak ibu-ibu di Pasar Gabugan yang ramai membicarakan info itu.

“Kami juga bingung, ada yang bilang di Taraman. Padahal masih satu desa dengan kami dan nggak pernah ada ramai-ramai. Kemarin ada kejadian orang kesetrum jebakan tikus satu orang ninggal saja malamnya langsung dapat kabar. Masa ini sampai delapan orang, kita yang satu desa nggak tahu. Tapi kalau nggak benar, kok ya di pasar danndi mana-mana, orang ramai sekali membicarakan itu. Saya sendiri juga masih sangsi. Masa iya, delapan orang meninggal kok sampai berhari-hari nggak ada beritanya yang pasti,” timpal Sarno, warga Taraman, Sidoharjo, Sragen.

Mereka berharap memang ada kejelasan dari pihak berwenang agar kabar burung dan rumor itu tak semakin merebak dan meresahkan warga.

Terpisah, Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Harno mengatakan bahwa kabar tersebut adalah hoax.

Dari hasil penelusuran ke Polsek-polsek tidak ada kejadian itu dalam beberapa hari terakhir. Dari laporan Polsek-polsek, juga tak ada kejadian itu.

Baca Juga :  Tragis, Kakek Sebatang Kara di Pelemgadung Sragen Ditemukan Tewas Gantung Diri. Diduga Depresi Sakitnya Tak Kunjung Sembuh 

“Iya kami juga kaget ditanya soal kabar itu. Makanya kami sampaikan dan pastikan bahwa itu kabar hoax alias tidak benar. Kami sudah cek ke Polsek-polsek dan tidak ada kejadian itu. Termasuk di Kedawung, Kapolsek juga menegaskan tidak ada kejadian buruh tandur kesetrum. Kami juga nggak tahu siapa yang mengembuskan kabar pertama kali, yang jelas nggak ada kejadian itu,” tandasnya.

Atas fakta itu, ia meminta agar masyarakat tak perlu resah dan tidak lagi menyebarkan informasi yang tidak benar. Sebab kejadian itu hanya kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan atau kabar hoax belaka. Wardoyo

 

 

Loading...