JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Heboh Kabar 8 Buruh Tandur di Sragen Tewas Kesetrum, Begini Fakta Sebenarnya! 

Ilustrasi ibu-ibu buruh menanam padi. Foto/Istimewa
Ilustrasi ibu-ibu buruh menanam padi. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga di berbagai wilayah kecamatan di Sragen dihebohkan dengan kabar sejumlah rombongan buruh tandur (tanam padi) tewas kesetrum atau tersengat listrik.

Kabar yang beredar luas di kalangan warga menyebut jumlah korban buru tandur yang tewas itu mencapai delapan orang.

Kabar itu beredar luas di kalangan warga di beberapa wilayah kecamatan dalam beberapa hari terakhir. Tak jelas siapa yang mengembuskan kabar pertama kali.

Akan tetapi, faktanya kabar itu mulai merebak di beberapa kecamatan seperti di Tanon, Sidoharjo, Masaran hingga luar Sragen. Kabar simpang siur itu beredar di warung-warung, di pasar hingga di kerumunan warga yang bekerja di sawah.

Baca Juga :  Perjuangkan Revisi Perbup 67, Praja Sragen Ancam Gelar Demo. Komisi I Berharap Segera Ada Penyelesaian

“Iya sudah beberapa hari ini, banyak yang bilang kalau ada 8 orang buruh tandur yang kesetrum di sawah kena jebakan tikus. Kabarnya kejadiannya di Sidoharjo, ada yang bilang di Masaran. Yang terakhir kabarnya terjadi di Kedawung. Nggak tahu apakah itu benar atau nggak, yang jelas di pasar-pasar dan warung lagi ramai kabar itu,” ujar Tarno, salah satu warga di Tanon, Sragen, Sabtu (30/11/2019).

Senada, Winarso, warga lainnya menyebut kabar 8 buruh tandur kesetrum itu sudah didengarnya sejak tiga hari lalu. Sepengetahuannya, banyak ibu-ibu di Pasar Gabugan yang ramai membicarakan info itu.

Baca Juga :  Punya 50.000 Warga, PSHT Sragen Tegaskan Tak Berafiliasi Politik Tapi Siap Sukseskan Pemilu 2024

“Kami juga bingung, ada yang bilang di Taraman. Padahal masih satu desa dengan kami dan nggak pernah ada ramai-ramai. Kemarin ada kejadian orang kesetrum jebakan tikus satu orang ninggal saja malamnya langsung dapat kabar. Masa ini sampai delapan orang, kita yang satu desa nggak tahu. Tapi kalau nggak benar, kok ya di pasar danndi mana-mana, orang ramai sekali membicarakan itu. Saya sendiri juga masih sangsi. Masa iya, delapan orang meninggal kok sampai berhari-hari nggak ada beritanya yang pasti,” timpal Sarno, warga Taraman, Sidoharjo, Sragen.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com