JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Ini Catatan Penting Dunia Kesehatan di Sukoharjo, Mulai Penolakan Imunisasi Hingga KLB Difteri

Resepsi hkn di Sukoharjo. Dok. Humas Pemkab Sukoharjo

Hkn
Resepsi hkn di Sukoharjo. Dok. Humas Pemkab Sukoharjo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM Sejumlah catatan penting mewarnai perjalanan dunia kesehatan Sukoharjo selama ini. Hal itu dikemukakan saat pelaksanaan resepsi hari kesehatan nasional ke-55 di Sukoharjo, Senin (18/11) pekan ini.

Ketua Panitia, Yunia Wahdiyati menyampaikan berbagai keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo untuk pembangunan sumber daya manusia telah diraih oleh pemerintah daerah. Ditandai peningkatan umur harapan hidup. Isu-isu strategis telah dilaksanakan dan menghasilkan perbaikan. Antara lain dengan menurunnya angka kematian ibu menurunnya angka kematian bayi baru lahir, meningkatnya cakupan imunisasi, meningkatnya pengendalian penyakit menular seperti kasus TBC dan HIV.

Baca Juga :  Mau Tahu Total Kasus COVID-19 di Sukoharjo? Ini Dia Jawabannya Lengkap dengan Sebaran Kasus Aktif di 12 Kecamatan

Namun masih ada beberapa hal yang menjadi catatan. Seperti masih ada penolakan-penolakan program imunisasi.  Serta beberapa saat yang lalu ada kejadian luar biasa untuk penyakit difteri.

“Tapi Alhamdulillah dengan cepat terutama dari Puskesmas Kartasura dan rumah sakit sebagai rujukan sudah menanganinya dengan baik dan akhirnya dapat dikendalikan,” kata dia.

Pembangunan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo, jelas dia demikian pesat. Bisa dilihat dari semakin baiknya bangunan fisik di Puskesmas, semakin meningkatnya pendanaan untuk bidang kesehatan termasuk pembiayaan kesehatan untuk masyarakat miskin yang diintegrasikan dengan jaminan kesehatan nasional, dan tersedianya alat kesehatan sarana prasarana obat dan perbekalan kesehatan.

Baca Juga :  Jelang Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo, Polres Kota Makmur Gelar Razia Ciu Hingga Sukses Sita Ratusan Liter Banyu Gendeng

Ditambahkannya, dengan sumber daya manusia kesehatan yang semakin baik, pemerintah memberikan kesempatan bagi pihak ketiga untuk berinvestasi di bidang kesehatan. Dengan demikian menambah semakin baiknya akses pelayanan kesehatan di Sukoharjo.

“Berikutnya untuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas banyak bantuan yang telah diberikan. Seperti dukungan untuk sanggar difabel, termasuk bantuan biaya pelayanan kesehatan pemerintah daerah,” jelas dia. Aria