JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Iuran BPJS Naik, Masyarakat Karanganyar Keluhkan Beban Hidup Makin Berat dan Pelayanan Tak Adil! 

Foto/Wardoyo
Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Rencana kenaikan iuran BPJS membuat masyarakat kecewa. Terlebih, kenaikan ini, tidak diimbangi dengan pelayanan kesehatan bagi peserta. Kenaikan iuran akan menambah beban pengeluaran setiap bulannya.

Keluhan itu terungkap ketika sejumlah warga menyampaikan aspirasinya di hadapan anggota DPRD Provinsi Jateng, tadi pagi.

Supardi (48), warga Tawangmangu, Karanganyar mengatakan kenaikan iuran BPJS kesehatan jelas akan menambah beban hidup yang harus dikeluarkan setiap bulan.

Menurutnya, setiap bulan dia harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 104.000 untuk empat orang anggota keluarganya.

Jika mengalami kenaikan, maka bebannya akan semakin bertambah karena harus membayar iuran menjadi Rp 48.000 dikalikan empat orang anggota keluarga atau sekitar Rp 192.000. Kondisi itu akan makin memberatkan masyarakat.

Baca Juga :  Saat Bupati Karanganyar Terjun Punguti Sampah di Sungai Siwaluh di Hari Clean Up Day. Ini Pesan yang Disampaikan!

“Kenaikan ini cukup berat. Kondisi ini belum lagi ditambah dengan pelayanan kesehatan yang tidak juga mengalami perbaikan,” kata Supardi, di hadapan anggota DPRD I Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Yunus, Sabtu (23/11/2019).

Dalam hal pelayanan, Supardi mempertanyakan pelayanan rumah sakit yang selalu mengatakan kamar kelas 3 kosong, bagi pasien BPJS kelas 3.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk tidak menaikkan iuran BPJS, terutama untuk pelayanan Klas II dan Klas III. Sementara pelayanan BPJS terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan rawat inap, masih sangat rendah,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan warga tersebut, anggota Komisi A DPRD I Provinsi Jawa Tengah mengatakan tidak meratanya sarana dan prasarana rumah sakit, menyebabkan masyarakat yang jauh dari pusat-pusat kota kurang adil mendapat fasilitas.

Baca Juga :  Tilang Cewek ABG Anggota Perguruan Silat Yang Gleyer-gleyer Pakai Mobil Mewah, Polisi Karanganyar Kaget Saat Geledah Mobil. Ternyata di Dalamnya Ada 3 Cewek dan 2 Cowok Usia SMA

Hal itu jauh berbeda dengan masyarakat di kota yang tersedia rumah sakit berprasarana lengkap.

Sementara, disisi yang lain, menurut Yunus dalam hal pembayaran premi BPJS, semua masyarakat memiliki kewajiban yang sama.

“Keluhan soal rencana kenaikan iuran BPJS serta pelayanan kesehatan kepada para peserta, segera kami tindaklanjuti dan akan menyampaikan kepada pemerintah. Ini sebenarnya persoalan klasik. Kami mendesak kepada pemerintah segera melakukan perbaikan pelayanan kesehatan. Warga memiliki hak yang sama dalam memperoleh pelayanan dasar ini, apalagi mereka adalah peserta BPJS,” tandasnya. Wardoyo