loading...
Polres Bantul bersama tim Labfor Semarang Senin (18/11/2019) siang, melakukan pemeriksaan pascainsiden ledakan di rumah peninggalan mertua Bupati Bantul di Gadingharjo, Desa Donotirto Kecamatan Kretek. Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rumah Andri Kusworo di Dusun Gadingharjo, Desa Donotirto, Kecamatan Kretek, Bantul menjadi sasaran pelemparan bahan peledak oleh orang tak dikenal, pada Minggu (17/11/2019) sore.

Rumah yang diketahui peninggalan dari mertua Bupati Bantul itu diduga menjadi sasaran aksi teror ledakan.

Rumah itu milik Andri Kusworo, yang merupakan kerabat dekat dari Bupati Bantul, Suharsono.

Siang itu, Andri Kusworo pulang ke rumahnya di Gadingharjo, Desa Donotirto, Kecamatan Kretek Bantul sekitar pukul 14.00 WIB.

Ia baru saja bertakziah dari Parangtritis.

Sebelum istirahat di dalam rumah, Andri sore itu, menyempatkan cuci tangan disebuah kran air yang terletak di samping rumahnya.

Petugas kepolisian memasang garis polisi di sekitar lokasi ledakan di Rumah Andri Kusworo, warga Gadingharjo, Desa Donotirto, Kecamatan Kretek Bantul. (Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin)
Jarak antara kran dengan titik ledakan hanya sekitar tiga meter.

Namun saat itu, sekitar 40 menit sebelum ledakan terjadi, Andri mengaku tidak melihat sesuatu yang mencurigakan.

“Ketika cuci tangan, saya tidak melihat ada sesuatu yang mencurigakan,” terang dia, saat berbincang dengan Tribunjogja.com, Senin (18/11/2019).

Baca Juga :  Parangtritis dan Mangunan Bakal Diuji Coba untuk Pilot Project New Normal

Pukul 14.00 sore itu, menurut Andri semua masih terlihat normal. Biasa saja.

Ia kemudian masuk ke dalam rumah untuk istirahat. Tiduran di sofa yang berada di ruang tamu.

Tak berselang lama, seingat Andri sebelum masuk waktu Ashar, antara pukul 14.40 WIB, dirinya yang saat itu sedang tiduran, dikagetkan dengan suara ledakan cukup keras dari samping rumahnya.

Andri mengistilahkan suara ledakan itu seperti travo meledak.

“Suaranya cukup keras, sampai sofa ruang tamu saya itu bergeser. Gesernya sekitar 10 centimeter-an,” ungkap dia, menggambarkan betapa kuatnya ledakan itu.

Rumah Andri Kusworo di Donotirto Bantul dipasang garis polisi, Minggu (17/11/2019) malam. Tribunjogja

Rumah Andri Kusworo di Donotirto Bantul dipasang garis polisi,
Andri yang kaget seketika terbangun.

Ia melihat kaca jendela samping rumahnya itu pecah.

Bahkan, pecahan kaca, menurut dia, masuk sampai kedalam ruang tamu, beserta cor-coran semen dan satu batu kerikil.

Beruntung, saat kejadian itu, gorden jendela rumah Andri dalam keadaan tertutup, sehingga pecahan kaca dan batu yang masuk kedalam ruang tamu, tak sampai melukai wajahnya.

“Setelah ledakan itu, saya lihat ada asap tipis. Dan seperti ada bau mesiu,” kata dia.

Pascaledakan, Andri mengaku sangat khawatir dan takut.

Baca Juga :  Hotel dan Retoran di Yogyakarta yang Mulai Beroperasi Lagi Pakai Pedoman PHRI Pusat

Ia menghubungi segenap kenalan. Termasuk Babinsa Desa Donotirto, Serka Musdiono.

Ia memberanikan diri ke luar rumah, mengecek langsung titik ledakan.

Di lokasi ledakan, ia menemukan pagar pembatas jalan rusak.

Pot tanaman pecah, daun daun pohon nangka rontok kena ledakan.

Andri juga mengaku menemukan dua kresek berwarna ungu dan hitam.

“Dua kresek itu kondisinya sudah tercabik cabik. Dugaan saya, ledakan itu kena pohon dulu, terus mantul ke kaca,” ujar dia, menduga.

Kepolisian Resor Bantul yang dipimpin Kasatreskrim, AKP Riko Sanjaya, bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) Semarang, Senin (18/11/2019) siang, telah melakukan pemeriksaan secara mendalam.

Mereka melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel di seputar lokasi kejadian.

Hasilnya, dugaan sementara, berdasarkan pemeriksaan awal, menurut AKP Riko, ledakan tersebut berasal dari petasan tradisional dengan daya ledak rendah.

“Kalau dugaan awal, tadi kata tim Labfor berasal dari petasan tradisional dengan low Explosive power atau daya ledak rendah,” kata dia.

www.tribunnews.com

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Cerita Lengkap dan Kronologi Detik-detik Ledakan di Rumah Peninggalan Mertua Bupati Bantul, Artikel Asli