JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pemkab Sragen Siap Tanggung Biaya Pengobatan Siswa Korban Tragedi SMKN 1 Miri!

Kondisi salah satu siswa, Bagas Arya saat dirawat di RSUD Gemolong. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kondisi salah satu siswa, Bagas Arya saat dirawat di RSUD Gemolong. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah Kabupaten Sragen akan menanggung biaya pengobatan para korban luka akibat runtuhnya aula terbuka milik SMKN 1 Miri. Selain itu, pemkab juga akan melakukan evaluasi untuk mengetahui secara pasti penyebab robohnya bangunan.

“Pemda tentu akan ambil bagian. Kejadian ini bagian dari masalah pemda juga, tentu kita akan mengurus termasuk terkait biaya pengobatan,” ujar Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno kepada wartawan di lokasi, Rabu (20/11/2019).

Baca Juga :  Didepak Golkar di Detik-detik Akhir, Sukiman Mengaku Kaget dan Heran. Ungkap Sempat Diperintah Ambil SK Rekomendasi di DPP, Tapi Ternyata...

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan evaluasi, terkait penyebab kejadian ini.

“Harus ada evaluasi. Apakah murni faktor alam, karena anginnya terlampau kencang. Apalagi di sekitar lokasi areanya terbuka, atau faktor bangunannya. Kita evaluasi,” terangnya.

Dedy juga menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terutama menghadapi awal musim penghujan. Dimana biasanya terjadi hujan deras disertai angin kencang.

“Kalau mengkhawatirkan, cepat-cepat keluar bangunan. Ini langkah antisipasi,” kata Dedy.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto menerangkan secara kewenangan, SMK memang sepenuhnya berada di tangan Pemprov.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 28 Juli, Pasien Suspek Tambah 3, Kontak Erat Bertambah 16 Orang. Jumlah Kasus Positif 78, 18 Dirawat dan 30 Meninggal Dunia

Namun Pemkab tak keberatan apabila diminta turut serta dalam proses penanganannya.

“Pengobatan yang di RSUD biar klaim ke Pemda, nggak masalah. Kalau yang lain mangga. Sepanjang ada laporan minta bantuan kita tetap bantu,” tandasnya.

Seperti diberitakan, insiden ambruknya aula SMKN 1 Miri itu menimbun 23 orang. Dua puluh dua korban adalah siswa dan satu adalah guru. Wardoyo