JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Teka-teki terjawab, Ahok Bakal Jadi Komisaris Utama Pertamina, Dilantik Senin

Basuki Tjahaja Purnama. Instagram/@Basukibtp via Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Teka-teki jabatan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di BUMN akhirnya terjawab. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah mengumumkan bahwa Ahok dipastikan masuk ke dalam jajaran tinggi PT Pertamina (Persero). Ahok dipastikan akan menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Arya Sinulingga mengatakan rencananya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina bakal digelar pada Senin, 25 November 2019. Dalam RUPS ini rencananya, Ahok bakal resmi ditunjuk sebagai Komusaris Utama Pertamina.

“Tadi sudah keluar surat persetujuan dari Presiden Joko Widodo, maka setelah surat keluar dilakukan RUPS. RUPS rencananya digelar hari Senin pekan depan,” kata Arya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat 22 November 2019.

Baca Juga :  Melanggar Protokol Kesehatan Covid-19, Sebanyak 24 Warga Kota Banda Aceh Dihukum Menghafal Surat Pendek Alquran

Selain mengumumkan Ahok sebagai Komisaris Utama, Erick Thohir juga telah mengumumkan bahwa Emma Sri Martini sebagai Direktur Keuangan Pertamina. Sebelumnya, menjabat sebagai Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel.

Sedangkan, Pahala N Mansury yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan kini diangkat menjadi Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. atau Bank BTN. Adapun Chandra Hamzah, mantan Wakil Ketua Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditunjuk sebagai Komisaris Utama Bank BTN.

Baca Juga :  Giliran FPI, Alumni 212, dan Rizieq Shihab Desak Pemerintah Tunda Pemilihan Kepala Daerah. Sebut Pilkada 2020 sebagai Pilkada Maut

Erick mengatakan keputusan tersebut sudah melewati sidang tim penilaian akhir (TPA). Nantinya, proses penetapan Chandra dan Pahala bakal menunggu rapat umum pemegang saham BTN yang berlangsung akhir bulan ini.

Menurut Erick, latar belakang Chandra Hamzah yang seorang ahli hukum dianggap tepat untuk memimpin BTN. “Kita tahu di BTN sekarang ada isu-isu yang kurang baik tentu harus dilihat secara hukum,” katanya di Istana Negara.

www.tempo.co