JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

8 Sudah Mendaftar Bakal Caketum Golkar, Ray Rangkuti: Mengerucut di Bamsoet dan Airlangga

Juru Bicara Partai Golkar, Christina Aryani (perempuan di tengah) dalam acara diskusi bertajuk "Harapan & Tantangan Partai Golkar Pada Munas 2019" yang digelar di Gado-gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu (30/11/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak delapan orang telah mengambil formulir pendaftaran bakal calon ketua Umum Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) partai berlambang pohon beringin tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara Partai Golkar, Christina Aryani. Di antara mereka yang telah mengambil formulir adalah Bambang Soesatyo, Indra Bambang Utoyo, Agun Gunandjar, Ridwan Hisjam dan Ali Yahya.

“Sisanya kader muda, saya tidak hapal semua. Pak Airlangga bahkan belum mendaftar,” ujar Christina dalam acara diskusi bertajuk Harapan & Tantangan Partai Golkar Pada Munas 2019 yang digelar di Gado-gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/11/2019).

Baca Juga :  Surat Nikah dan Perjanjian Cerai Soekarno Dijual: Ini Pengakuan Tito, Cucu Inggit Garnasih, soal Kepemilikan Dokumen dan Alasan Menjualnya

Christina menuturkan panitia Munas Golkar masih menunggu kader-kader lain yang hendak mendaftarkan diri hingga Senin, 2 Desember 2019. Munas Golkar sendiri akan digelar pada 4-6 Desember 2019.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti mensinyalir dari sekian banyak calon yang mendaftar, hampir dipastikan hanya dua calon yang akan maju ke pemilihan. Mereka adalah Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto.

Baca Juga :  Gadis Belia di Palembang ini Dituding Jadi Pelakor, Dikeroyok 4 Orang hingga Disilet

Dua kader ini dinilai masing-masing memiliki kelebihan, sehingga pertarungan bisa jadi berlangsung sengit.

Airlangga memiliki jaringan struktural yang kuat untuk menjangkau DPD-DPD, karena masih menjabat ketua umum. Sedangkan Bambang dinilai memiliki kekuatan personal yang mampu mendekati para pemilik suara Golkar.

“Bamsoet ini cukup komplit, dia aktif di banyak organisasi seperti HMI, Soksi, Pemuda Pancasila. Sementara Airlangga an-sich Golkar saja. Keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Sehingga, pada akhirnya tergantung kepada pemilik suara,” ujar Rangkuti.

www.tempo.co