JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Banyak yang Sanksi, Jokowi Tetap Yakin Kasus Novel Bakal Terungkap

Terpampang spanduk ungkapan kekecewaan KPK kepada Presiden Jokowi terkait 16 bulan kasus penyiraman Novel Baswedan , Jumat (21/7/2018) /  tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Meski banyak yang pesimis kasus penyerangan Novel Baswedan bakal terungkap, namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mengungkapkan keyakinannya bahwa pelaku bakal terkuak.

Jokowi yakin pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu akan bisa terungkap.

“Saya yakin insya Allah ketemu,” katanya singkat usai meresmikan jalan tol JORR II ruas Kunciran-Serpong di gerbang tol Parigi, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/12/2019).

Jokowi berjanji bakal bicara tentang perkembangan kasus ini setelah menerima laporan dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Idham Azis.

Baca Juga :  Sebagian Warga Jakarta Dihebohkan Suara Dentuman Misterius

Rencananya Jokowi akan memanggil Idham ke Istana pada Senin pekan depan.

“Nanti saya jawab setelah saya dapat laporan dari Kapolri. Senin akan saya undang Kapolri,” tuturnya.

Sebelumnya, saat berdialog dengan awak media di Istana Merdeka pada awal bulan lalu, Presiden Jokowi mengatakan memberi tenggat waktu sampai awal Desember 2019 bagi Kapolri untuk mengungkap kasus ini.

Sementara itu, Wadah Pegawai KPK pun sudah menagih penuntasan kasus ini.

Kasus ini bermula saat dua orang tak dikenal menyiram air keras kepada Novel pada 11 April 2017.

Saat penyidik KPK itu pulang salat subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Serangan itu diduga terkait dengan kiprah Novel menangani perkara korupsi kakap di KPK.

Baca Juga :  Terkuak Fakta Baru Kasus Mutilasi Kalibata City: Pelaku Cari Cara Memotong Mayat dari Medsos, Pakai Bubuk Kopi untuk Samarkan Bau

Untuk mengungkap kasus ini, Polri telah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan yang bekerja dalam kurun Januari-7 Juli 2019.

Namun, tim bentukan Tito Karnavian, Kapolri saat itu, tak berhasil mengungkap pelaku maupun aktor penyerangan.

Polri lalu membentuk tim teknis untuk melanjutkan kasus ini. Namun hingga berakhir pada Kamis ( 31/10/2019), pelaku juga tak ditemukan.

www.tempo.co