JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Haru, Bocah Tuna Netra di Sragen Mampu Menghafal Ayat Suci Alquran. Bupati Minta Disabilitas Tak Dipandang Sebelah Mata

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas. Foto/Wardoyo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengajak masyarakat untuk tidak meminta para penyandang disabilitas dengan sebelah mata.

Hal itu diungkapkan Bupati saat menghadiri acara peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019 tingkat Kecamatan Tangen yang berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Tangen, kemarin pagi.

Acara yang baru pertama kali digelar tingkat kecamatan itu berlangsung haru saat Aini Nur Muslimah (5) penyandang tuna netra melantunkan ayat suci QS. Al Buruj, dan menyanyikan lagu berjudul Ibu.

Tak hanya itu, tangis para tamu juga pecah oleh penampilan Erfanul Hasan penyandang tuna daksa yang membacakan puisi “Aku Yang Berbeda”.

Menyaksikan kehebatan anak – anak hebat tersebut, Bupati Yuni mengatakan bahwa sebenarnya setiap anak diberi kelebihan, ada yang tidak berkesempatan untuk melihat namun dia mampu menghafal ayat Al-Quran, malah mereka juga diberi kelebihan yang luar biasa.

Baca Juga :  Awas, Muncul Kasus Baru Covid-19 dari Klaster Keluarga di Beberapa Kecamatan di Sragen dan Makin Ganas. Di Mondokan Satu Orang Tulari 7 Orang Dekatnya, di Masaran 1 Warga Positif Tulari 9 Orang

“Kadang kita yang merasa sehat tetapi kita selalu dikasih kekurangan, selalu dikasih kegalauan-kegalauan mengejar sesuatu,” ungkap Bupati.

Menurutnya mereka mempunyai keistimewaan tersendiri, yang tidak dimiliki oleh semua orang.

“Setiap kita ini adalah berbeda, tidak ada yang sama, walaupun satu orangtua saja kita pasti memiliki perbedaan. Kita memiliki keistimewaan masing-masing,” terang Bupati Yuni.

“Mungkin sebagian orang melihat disabilitas ini terlahir tidak sempurna, namun saya tidak sepakat akan hal tersebut. Kita yang katanya sempurna secara fisik kadang justru tidak sempurna karena menurut saya seseorang lahir di dunia tidak ada yang sia-sia,” lanjutnya.

Bupati Yuni juga menyampaikan, pihaknya bersama pemerintah akan terus berupaya membina potensi yang dimiliki penyandang disabilitas tanpa membedakan satu sama lain.

Baca Juga :  Tak Hanya ke Kejaksaan, Kepala DPUPR Sragen Juga Dilaporkan ke Polda Jateng. Terkait Indikasi Penyalahgunaan Wewenang dan Jabatan di 5 Proyek Bernilai Miliaran

Sehingga siswa akan menjadi anak yang bermanfaat bagi keluarga dan negara.

“Saya mengapresiasi prestasi teman-teman disabilitas yang mempunyai keterbatasan, tapi berprestasi. Anak-anak dengan keterbatasan bisa menunjukkan potensinya masing-masing yang berbeda dari kita semua,” terang Yuni.

Lebih lanjut Bupati menambahkan, yang menjadi pekerjaan rumahnya sekarang ialah bagaimana ke depan terus membina anak-anak penyandang disabilitas dan memberikan kesempatan yang sama bagi mereka dalam lapangan pekerjaan.

Sebagai ungkapan bersyukur pada peringatan Hari Disabilitas Internasional, Bupati memotong tumpeng kemudian dibagikan kepada penyandang disabilitas. Selain itu juga masing – masing dari mereka mendapat tabungan pendidikan.

Sementara puncak acara peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019 tingkat Kabupaten Sragen akan digelar pada Kamis 19 Desember 2019 di halaman kantor DPRD Sragen. Wardoyo