JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Digadang Bikin Kejutan, Bambang Mendadak Malah Mundur Alon-alon dari Pencalonan Cawabup PDIP. DPC Sebut Ada 4 Nama Yang Mundur

Suparno. Foto/Wardoyo
Suparno. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sempat digadang bakal bikin tikungan di bursa kandidat ke Pilkada, anggota DPRD Sragen dari PDIP, Bambang Samekto mendadak menyatakan mundur dari pencalonan.

Bambang mengaku batal mengembalikan formulir pendaftaran pencalonan Bakal Cabup- Cawabup PDIP lewat DPD Jateng.

“Iya kemarin berkasnya kami kembalikan ke DPD tapi ditolak karena sudah terlambat. Ya sudah, nggak apa-apa,” ujar mantan Ketua DPRD itu kepada wartawan di kediamannya di Gondang, Selasa (17/12/2019).

Padahal mendaftarnya Bambang lewat DPD, dinilai sebagian kalangan politisi dan pengamat politik, diharapkan bakal menjadi pembeda dan merubah peta kandidat.

Mantan anggota KPU Sragen, Roso Prajoko menilai majunya Bambang berpotensi mengobrak-abrik peta politik menjelang Pilkada. Sebab bukan tidak mungkin rekomendasi DPP menempatkan Bambang sebagai pendamping Bupati Yuni yang dikabarkan hampir pasti diusung PDIP di posisi Cabup.

Baca Juga :  Bantuan BPUM Tahap 2 Ditutup, Total 46.219 Pelaku UMKM Sragen Berhasil Mendaftar. Simak Cara Mengetahui Kalau Bantuan Sudah Cair!

Bambang menjadi satu dari sejumlah nama anggota fraksi PDIP Sragen yang dilaporkan memilih mundur dengan tidak mengembalikan formulir ke DPD.

Sekretaris DPC PDIP Sragen, Suparno mengatakan laporan yang diterimanya, dari 11 anggota Fraksi PDIP Sragen, ada empat yang sampai penutupan pendaftaran tidak mengembalikan formulir ke DPD.

Dua di antaranya, adalah Sugiyarto dan mantan Ketua DPRD lainnya, Sugiyamto.

“Yang lainnya, saya nggak hafal. Yang jelas dari 11 anggota, yang mengembalikan ada tujuh orang. Rata-rata memilih daftar di Cawabup,” paparnya ditemui di peresmian KB TK Darul Quran Gondang, Selasa (17/12/2019).

Baca Juga :  Fix, Gerindra Lempar Handuk, Pasangan Sukiman-Iriyanto Hampir Pasti Batal Mendaftar di Pilkada Sragen. Rekom PKS Gagal Diraih?

Perihal alasan empat nama tak mengembalikan formulir, Suparno mengatakan rata-rata karena kesulitan memenuhi berkas persyaratan sampai tenggat waktu pendaftaran ditutup.

Soal mereka akhirnya tak ikut mendaftar, menurutnya hal itu tidak apa-apa dan tidak ada sanksi. Sebab pendaftaran ke DPD sifatnya hanya imbauan dan tidak ada instruksi wajib.

“Dan mereka yang mengembalikan formulir itu nantinya semua akan mengikuti mekanisne yang sudah diatur oleh partai. Partai nanti yang menentukan dan itu ranahnya di DPD. Segala teknis kewenangannya ada di DPD,” tandasnya. Wardoyo