JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

DIY Masih Berpotensi Diterjang Angin Kencang, Ini Tips Menyelamatkan Diri

Imbas Bencana Hidrometeorologi. Petugas PLN mengevakuasi tiang listrik yang tumbang imbas bencana meteorologi di Minggir, Sleman, Yogyakarta, Senin (9/12/2019). Republika/ Wihdan
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Imbas Bencana Hidrometeorologi. Petugas PLN mengevakuasi tiang listrik yang tumbang imbas bencana meteorologi di Minggir, Sleman, Yogyakarta, Senin (9/12/2019). Republika/ Wihdan

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — BPBD Kabupaten Bantul meminta masyarakat waspada terhadap hujan disertai angin kencang yang masih berpotensi terjadi di DIY, terutama pada siang hari dan sore hari.

Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bantul, Aka Lukluk Firmansyah mengimbau masyarakat untuk melakukan upaya pengurangan risiko bencana seperti untuk tidak berlindung di bawah pohon jika ada hujan yang disertai kilat atau petir.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mengoperasikan ponsel saat cuaca buruk. Termasuk memangkas pohon dan ranting yang sudah terlalu rimbun serta rapuh.

“Juga bersihkan lingkungan dan saluran air. Lalu jika dlm kondisi darurat, dapat menghubungi Bantul Siaga 112, untuk semua operator bebas pulsa,” ujarnya kepada Republika, Senin (9/12).

Baca Juga :  Setelah Puluhan Tahun Tinggal Bersama Kambing, Pasutri Ini Tempati Rumah Baru

Sementara itu, Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, kejadian bencana di DIY dalam beberapa tahun terakhir didominasi dengan hidrometeorologi. Hidrometeorologi, katanya, merupakan hujan deras yang disertai angin kencang dan dapat menyebabkan longsor.

“Cuaca merupakan sesuatu yang given karena proses alam. Kita mengacu pada BMKG untuk mengetahui prediksi cuaca. Informasi dari BMKG menjadi referensi bagi masyarakat di wilayah yang bersangkutan untuk mengantisipasi dan mengurangi resikonya,” kata Biwara.

Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat mengurangi resiko adanya korban saat bencana terjadi. Yakni, dengan melalukan upaya assessment atau mencermati kondisi lingkungan jika terjadi hujan disertai angin kencang yang dapat mengancam keselamatan.

Baca Juga :  Yogya Tak Terburu-buru Buka Sekolah Tatap Muka

“Bila hujan deras hindari keluar rumah, lebih baik masuk rumah, pintu jendela ditutup dan pantau perkembangan cuaca,” jelasnya.

Selain itu, upaya untuk mengecek kondisi rumah baik itu atap, kanopi juga harus dilakukan. Sehingga, jika kondisi rumah tidak kuat untuk dapat perbaiki agar meminimalisasi korban.

“Bila terpaksa pas berada dalan perjalanan, segera berhenti. Berteduh di gedung yang aman, jangan di bawah pohon, papan nama atau billboard. Bila ada kejadian kedaruratan hubungi relawan setempat,” ujarnya.

www.republika.co.id