JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

GP Anshor dan PKB Sragen Berseberangan Jelang Pilkada. Anshor Putuskan Dukung Yuni, PKB Ancang-ancang Pilih Jalan Sendiri

Perwakilan GP Anshor Sragen saat beraudiensi dengan bupati. Foto/Istimewa
Perwakilan GP Anshor Sragen saat beraudiensi dengan bupati. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gerakan Pemuda Ansor Sragen mengisyaratkan berbeda sikap dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terkait kepentingan menjelang Pilkada Sragen 2020.

GP Anshor menyatakan tetap akan memilih mendukung Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati untuk kembali memimpin Sragen. Hal itu berbeda dengan sikap PKB yang sebelumnya mengisyaratkan berpindah ke opsi lain lantaran tidak digandeng oleh Yuni yang akan berangkat dari PDIP.

Sikap PKB itu diungkapkan Ketua GP Anshor Sragen, Endro Supriyadi saat beraudiensi dengan bupati Kemarin.

Endro menyampaikan kedatangannya itu untuk menegaskan sikap organisasi kepemudaan dibawah Nahdlatul Ulama tersebut terkait dukungan pada Mbak Yuni.

”Kami melihat beliau seorang kader NU dan berada di kepengurusan Muslimat NU Sragen,” paparnya.

Ia juga mengatakan pada Mbak Yuni untuk kembali menjadi bupati di Bumi Sukowati. Menurutnya sejauh ini kontribusinya pada pembangunan di Sragen dinilai berjalan dengan baik. Selama kepemimpinannya Yuni juga memberi ruang dakwah bagi Kyai dan seluas mungkin.

”Kontribusinya untuk NU dan kegiatan keagamaan juga besar. Sejauh ini semua juga dirangkul dan diberi ruang,” terang Endro.

Menurutnya, GP Anshor bahkan mengundang bupati untuk hadir di acara Kemah Bakti GP Ansor yang akan digelar di Kecamatan Gesi dan dihadiri lebih dari 600 kader Ansor dalam waktu dekat ini.

Baca Juga :  Kabar Duka Sragen, 2 Warga Gondang dan Gemolong Suspek Covid-19 Meninggal Hari Ini. Berikut Daftar Lengkap 12 Pasien Positif, 2 Pasien Meninggal dan Riwayat Penularannya!

Sementara, sebelumnya Ketua DPC PKB Sragen, Mukafi Fadli mengatakan saat ini, pihaknya memang tengah intensif membangun jaringan dan komunikasi dengan pimpinan parpol-parpol yang condong sebagai oposisi pemerintahan saat ini.

Bahkan Mukafi sudah menjenguk Agus Fatchur Rahman (AFR) di balik jeruji besi belum lama ini bersama mantan anggota DPRD Sragen Syaiful Hidayat dan Heri Kistoyo. Mukafi juga sudah melakukan silaturahmi politik ke PDIP Sragen dan petahana.

”PKB selalu komunikasi intens dengan PCNU, dawuh dari pusat seperti itu. Kita juga sudah roadshow ke PDIP, dan ketemu Mbak Yuni juga sudah, terakhir ini teman pergerakan menghubungi dan diajak menemui mas Agus (AFR, red),” terangnya kepada wartawan Minggu (15/12/2019) lalu.

Dia menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian ijtihad politik. Menurutnya, sebagai parpol pemenang kedua di Pileg 2019, PKB memang pantang hanya diposisikan mendukung.

”Kalau dengan PDIP memang ada kelebihan kekurangan, kelebihan probabilitas terbesarnya koalisi di banyak tempat memang iya. Tapi mereka selalu punya alat sandra dengan mengumumkan keputusan last minute,” terangnya.

Legislator DPRD Provinsi Jateng itu menyampaikan sudah memberi tawaran nama yang bisa digandeng PDIP Sragen sebagai wakil. Seperti Sekretaris PKB Endro Supriyadi, serta anggota Fraksi PKB Faturahman dan Suroto.

Baca Juga :  Peduli di Tengah Pandemi, PT DJP Sragen Gandeng Lions Club Solo Gelar Donor Darah dan Sumbang 500 Hazmat ke Puskesmas. Dirut PT DJP: Covid-19 Tidak Akan Berlalu Kalau Kita Hanya Diam Saja! 

Dia juga sering bertemu Ketua DPC PDIP Sragen Untung Wibowo Sukowati, namun tetap menunggu mekanisme partai.

Dengan modal suara terbanyak ke dua di Sragen yakni 7 kursi di parlemen, menurutnya PKB juga tak akan mau digantung dan tak mau jika harus menunggu.

Dia mengklaim para kyai sepuh memberi ruang untuk berkelana mencari peluang terbaik.

”Jelas kita tidak mungkin mendukung jika Mbak Yuni- sama mas Dedy lagi, kita runner up. Di Partai ada marwahnya, kita tidak melulu bicara hasil,” tandasnya.

Lebih lanjut, Mukafi menegaskan berproses dengan membentuk peta politik. PKB sebagai partai besar menghendaki kadernya berada di posisi strategis. Baik sebagai bupati atau wakil bupati.

Mukafi menyampaikan relatif lebih cepat dalam menentukan keputusan. Saat ini Mukafi memberi sinyal sudah nama yang siap diusung. Baik sebagai Bupati maupun wakil Bupati.

”Untuk AD 1 atau AD 2 kami sudah ready, tidak seru kalau disampaikan sekarang, kita matangkan di pertenmuan acara partai di Salatiga,” tegasnya.

Bahkan juga ada rencana PKB untuk membuka pendaftaran bagi bakal calon Bupati dan wakil bupati. Pihaknya membuka mekanisme pendaftaran untuk menghidupkan dinamika politik di Sragen.

”Masak mbak Yuni tidak punya kompetitor, ini juga biar dinamis,” tandas Mukafi. Wardoyo