JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ini 3 Dinas Yang Bikin Judeg Bupati Sragen. Hasil Rapat untuk Jala Penangkal Sampah Sungai Garuda Ternyata Belum Ditindaklanjuti

Kondisi salah satu titik Jembatan Sungai Garuda yang wacananya dipasangi jala pembatas agar tak dibuangi sampah. Namun tugas itu ternyata belum ditindaklanjuti tiga dinas yang ditugasi bupati. Foto/Wardoyo
Kondisi salah satu titik Jembatan Sungai Garuda yang wacananya dipasangi jala pembatas agar tak dibuangi sampah. Namun tugas itu ternyata belum ditindaklanjuti tiga dinas yang ditugasi bupati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen dibuat geregetan dengan tiga dinas yang ditugasi untuk menangani pencegahan pembuangan sampah di Sungai Garuda.

Pasalnya, meski sudah dirapatkan dan disepakati menjadi tugas tiga dinas untuk memasang pembatas dan jala,ternyata tugas itu hingga beberapa hari berlalu belum ditindaklanjuti.

Kekesalan bupati terungkap saat memberi sambutan dalam HUT ke-20 Dharma Wanita Persatuan di Gedung Kartini, kemarin.

Awalnya bupati meminta agar ibu-ibu dharma wanita ikut berperan membantu menyosialisasikan bebas sampah dan pilah sampah di lingkungannya.

Sejurus kemudian, tiba-tiba bupati nyeletuk bahwa pekan depan akan membagikan mobil sampah di semua kelurahan di Sragen Kota.

Nah, bersamaan itu, ia mendadak menanyakan apakah jembatan di Sungai Garuda sudah diberi jaring-jaring atau jala untuk mencegah dibuangi sampah.

Baca Juga :  Sama Seperti Gibran, Cabup Petahana Sragen Juga Akui Punya Hutang Rp 1,5 Miliar Untuk Bayar Cicilan KPR. Ini Lokasi Rumah Kreditannya! 

Ia menyebut di Sungai Garuda sebelumnya sudah dirapatkan dan resume rapat menugasi tiga dinas yakni DPU PR, DLH dan Dinas Permukiman untuk memasang jala di tiga titik.

Dari deretan jajaran Kepala Dinas dan perwakilannya yang duduk di belakang, terdengar jawaban “belummm”. Seolah tak puas, bupati pun kembali menanyakan satu persatu tiga dinas yang ditugasi untuk menangani pemasangan jala.

“Kepala DPU PR mana. Sudah dipasangi belum,” tanya bupati yang kemudian dijawab belum.

Kemudian bupati menanyakan Kepala Dinas Permukiman dan Kepala DLH apakah tugas mereka memasang jala di titik yang dibagi sudah dibuat.

“Perkim ada ndak. Wis mbok garap durung,” tanya bupati yang lagi-lagi berbalas jawaban belum.

Baca Juga :  Baru Terungkap, Ustadz Muda Sragen Habib MA Yang Meninggal Terpapar Covid-19 Ternyata Punya Penyakit Penyerta Ini. Bupati Kaget Karena Mendiang Tidak Merokok, Warga Sebut Rajin Olahraga!

Mendengar jawaban itu, bupati pun sedikit kecewa dengan belum dilaksanakan apa yang menjadi tugas di tiga dinas itu.

“Itulah, kita itu kalau rapat setelah diresum tidak ada komitmen kalau bupati ora ngoyak-oyak. Padahal wis do gede tua. Resume rapat jelas bagaimana sungai garuda agar tidak bisa tercemar.
Sudah dibuat segmen 1 2 3 4. Skrang tinggal menagih,” urai bupati.

Segmen satu soal sosialisasi ke RT, menurutnya sudah ditindaklanjuti apa belum juga belum ada laporan yang masuk.

“Inilah kelemahan kita, setiap ada problem, dilakukan rapat, ada solusi, tapi tindaklanjutnya tidak ada. Pokoknya saya kasih waktu pada saat besok saya bagi mobil sampah, saya akan lewat 3 jembatan itu. Nek urung dadi titenono,” ujar bupati setengah bercanda. Wardoyo