JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kisah Haru Seorang Suami di Sukabumi, Berjuang Rawat 3 Anak dan Istrinya yang Berat Badan Tinggal 24 Kg Karena Kanker Paru Stadium 4

Purwanto (36 tahun) meninggalkan semua pekerjaannya dan fokus merawat sang istri, Tati Sujiawati (37 tahun) yang mengidap kanker paru-paru stadium empat. SUKABUMIUPDATE.COM

JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah kisah haru dialami keluarga kecil di Kampung Cijangkarwetan Gang Setuju 2 RT 03/06 Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole Kota Sukabumi. Dalam keluarga kecil tersebut sang suami harus merawat istrinya yang tengah sakit kanker paru stadium empat dan tiga anaknya yang masih kecil.

Suami setia sekaligus pejuang tanpa kenal lelah itu Purwanto (36 tahun) terus berharap kesembuhan istrinya. Satu tahun terakhir Purwanto meninggalkan semua pekerjaannya dan fokus merawat sang istri, Tati Sujiawati (37 tahun) yang mengidap kanker paru-paru stadium empat.

Purwanto pun harus merawat dan memastikan ketiga anaknya mendapatkan perhatian dan pendidikan yang layak, Febrian Putra Pratama (10 tahun) duduk di bangku kelas 5 SD, Nova Dwiyanto Pratama (6 tahun) masih belajar di PAUD dan si bungsu Tiara Rizkiana Putri (3 tahun).

“Kondisi istri saya mulai nge-drop itu sejak empat hingga enam bulan ke belakang. Berat badan awalnya 50 kilogram kini hanya 24 kilogram. Sudah tidak bisa banyak bergerak dan beraktivitas,” kata Purwanto saat disambangi sukabumiupdate.com, Jumat (6/12/2019) di kediamannya.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021, Total 23 Hari

Purwanto menjelaskan, awal mula istrinya terdeteksi sakit usai melahirkan anak keduanya pada tahun 2013 silam. Saat itu mereka masih tinggal di Bandung, Tati mengalami benjolan di area rahang tapi tidak terlalu dihiraukan karena dirasa tidak mengganggu.

“Tapi mulai terasa ada masalah saat setiap pergi naik motor, pulangnya selalu sakit kepala. Akhirnya berinisiatif untuk mengatasi benjolan itu dengan rencana cabut gigi, tapi dokter di Puskesmas tidak berani karena ada indikasi tumor maksila (mulut), kemudian dirujuk ke Hermina Bandung dan pihak rumah sakit pun mengatakan demikian,” kata Purwanto.

Benjolan dirahang Tati pun makin membesar hingga akhirnya harus biopsi.”Hasil dibiopsi benjolan itu adalah tumor ganas maksila sehingga satu-satunya jalan ya kemoterapi,” ujar Purwanto.

Keluarga mereka harus menghadapi kondisi ekonomi yang cukup sulit. Tahun 2017 Purwanto resign dari tempatnya bekerja yang berdampak pada hilangnya salah satu fasilitas pengobatan Tati selama ini, yang sempat dicover BPJS Ketenagarkerjaan.

Baca Juga :  Awas, Lonjakan Pengangguran Bisa Picu Konflik!

“Akhirnya kami pulang ke Sukabumi dan saya sempat bekerja di Purwokerto. Tapi itu juga tak lama karena saya harus terus berada dekat dengan istri yang ternyata diagnosa mengidap kanker paru-paru stadium empat yang merupakan imbas dari tumor ganas maksila di rahangnya,” kata pria yang saat ini menggantungkan pendapatan keluarga dari bisnis jual beli handphone.

Purwanto yang menikahi Tuti pada 31 Agustus 2008 silam ini mengakui jika penghasilannya sebagai pedagang barang seken ini hanya cukup untuk makan sehari-hari keluarganya. Pengobatan Tuti di RSUD Syamsudin SH saat ini ditangani BPJS Kesehatan dan juga program kesehatan Pemerintah Kota Sukabumi, Homecare.

“Rencananya akan dirujuk ke Bandung juga penanganan lanjutan. Alhamdulillah kalau untuk biaya perawatan sudah ditanggung, termasuk transportasi. Paling tinggal untuk keseharian saja karena saya pun harus membagi waktu antara bekerja dan mengurus anak-anak dan istri,” katanya. SUKABUMIUPDATE.COM

www.teras.id