JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menkes Terawan Siapkan RSUD NTB untuk Medical Tourism

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menghadiri acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019) / tempo.co

MATARAM, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah meluncurkan gagasan untuk mengangkat pengobatan tradisional untuk program medical tourism, Menteri Kesehatan  Terawan Adi Putranto menyiapkan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUD NTB) untuk mendukung program medical tourism.

Program tersebut bakal diluncurkan okeh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di kawasan ekonomikhusus pariwisata Mandalija pada 14 Desember 2019 mendatang.
Kamis (5/12/2019) kemarin, Menkes Terawan mendatangi ruang perawatan anak untuk penanganan program Stunting dan radio terapi.

Baca Juga :  Seorang Remaja Tega Aniaya Balita Hingga Tewas, Gara-gara Jengkel Karena Ngompol

”Kembangkan pelayanan pengobatan ala barat atau timur,” kata Terawan.

Dia menyakini RSUD NTB memiliki fasilitas yang mencukupi. Direktur RSUD NTB Lalu Hamzi Fikri pun memintanya mendukung peningkatan pelayanan medical tourism di seluruh NTB.

Layanan medical tourism antara lain meliputi penyediaan Trauma Center senilai Rp 100 miliar yang dilengkapi fasilitas helipad guna mengantisipasi kebutuhan adanya sirkuit MotoGP.

Terawan meminta daerah memanfaatkan sepenuhnya bantuan dari Kementerian Kesehatan.

Baca Juga :  Pimpred Banjarhits.id Divonis 3 Bulan Karena Berita, Denny Indrayana: Preseden Buruk

“Ini menggunakan uang negara. Harus betul-betul meminta peralatan memang diperlukan.”

Terawan selama sembilan tahun, yakni 1990 – 1998, bertugas di RSAD Wirabhakti di Mataram. Bahkan, dia mendapatkan jodohnya di Mataram.

Direktur RSUD NTB Lalu Hamzi Fikri mengakui layanan medical tourism sebagai diversifikasi penerimaan pendapatan untuk kepentingan eksternal sebagai subsidi silang.

RSUD NTB sudah menetapkan pembiayaan pelayanan perawatan medical tourism sekitar Rp 32 juta per layanan untuk maksimal tiga kali.

www.tempo.co