JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Prodi Sosiologi UNS Gelar Seminar Nasional Sosiologi Perkotaan

Program Studi (Prodi) Sosiologi  FISIP UNS) Surakarta menggelar Seminar Nasional dan Konferensi Sosiologi Perkotaan dengan tajuk “Urban Ecology and Behavior Community: Reviving Social Commons” bertempat di Aula Besar FISIP UNS, Kamis (12/12/2019). Humas UNS

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Seminar Nasional dan Konferensi Sosiologi Perkotaan dengan tajuk “Urban Ecology and Behavior Community: Reviving Social Commons” bertempat di Aula Besar FISIP UNS, Kamis (12/12/2019).

Dalam penyelenggaraan Seminar Nasional dan Konferensi Sosiologi Perkotaan tahun ini, mahasiswa Prodi Sosiologi, Alif Alaudin, menyampaikan hasil riset yang berjudul “Hubungan Antara Perilaku Individualistik Masyarakat Urban terhadap Krisis Ekologi Perkotaan” yang telah dilakukan di 5 kecamatan yang ada di Kota Solo, yaitu Banjarsari, Pasar Kliwon, Laweyan, Jebres, dan Serengan.

“Dari hasil riset menyatakan bahwa pada Kecamatan Banjarsari terdapat pencemaran di setiap sungai yang mengalir di wilayah tersebut. Berikutnya, berdasarkan data yang didapatkan masih terdapat skeptisme dan konflik antarwarga masyarakatnya. Mulai dari perilaku menyimpang yang masih turut mengotori sungai dengan membuang sampah sembarangan dan juga di lingkungan sekitar selain sungai,” ujar Alif Alaudin.

Baca Juga :  Terhasut Ajakan 'Hitamkan Solo' 6 Remaja Anggota PSHT Asal Ngawi dan Karanganyar Diamankan di Kawasan Manahan

Berbeda dengan Kecamatan Banjarsari yang memiliki masalah pencemaran sungai, Kecamatan Jebres memiliki permasalahan dalam hal kurangnya penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain RTH, Alif Alaudin menambahkan bahwa krisis air juga menjadi salah satu permasalahan yang ditemui di Kecamatan Jebres.

Riset “Hubungan Antara Perilaku Individualistik Masyarakat Urban terhadap Krisis Ekologi Perkotaan” juga menemukan temuan lain di Kecamatan Laweyan, seperti krisis ekologi di Kecamatan Laweyan yang didominasi oleh indikator gigantisme dan privatisasi serta faktor acuh masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya.

Baca Juga :  538 Anak di Jateng Terpapar Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Direkomendasikan Ditunda Dulu

Hadir dalam Seminar Nasional dan Konferensi Sosiologi Perkotaan sejumlah praktisi dan pakar perkotaan/ lingkungan, yaitu Dr. Trisni Utami, M.Si. (Kepala Prodi S2 Sosiologi FISIP UNS), Prof. Dr. Lilik Budi Prasetyo (dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB)), dan Prigi Arisandi, S.Si., M.Si. (founder Ecoton Foundation Surabaya).

Penyelenggaraan Seminar Nasional dan Konferensi Sosiologi Perkotaan ini juga berkolaborasi dengan Prodi S2 Sosiologi yang mengelola Jurnal Analis Sosiologi dengan indeks Sinta 4. Triawati PP