JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Puncak Musim Hujan Diperkirakan Tidak Serempak, Ini Imbauan penjelasan BMKG

Ilustrasi hujan. pixabay/Sasint
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Puncak musim hujan diperkirakan tidak serempak di semua wilayah Indonesia. Adapun perkiraan puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Februari dan Maret 2020.

“Ini enggak serempak di seluruh Indonesia, hanya bertahap,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam acara refleksi akhir tahun di Graha BNPB, di Jakarta Timur, Senin, (30/12/2019).

Peningkatan curah hujan akan dimulai dari Indonesia bagian barat secara bertahap. Dimulai dari bagian selatan Pulau Sumatera, Pulau Jawa, kemudian masuk ke Nusa Tenggara. Setelah itu, hujan akan menyebar ke wilayah Kalimantan bagian tengah, Sulawesi, dan kemudian ke Papua.

Baca Juga :  KPBI Tuntut Jokowi Terbitkan Perpu untuk Cabut Onibus Law

Meski musim hujan akan mulai deras sejak Januari, tapi Aceh dan Riau harus waspada. “Sebab di situ mengalami musim kemarau, pada Februari sampai Maret,” kata Dwikorita. Artinya, ada potensi kekeringan dan kebakaran lahan.

Baca Juga :  Polisi Akhirnya Ungkap Isi Percakapan Grup WhatsApp KAMI Medan yang Disebut Ngeri dan Picu Kerusuhan dalam Aksi Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Dwikorita mengimbau masyarakat agar memanfaatkan curah hujan tinggi untuk memaksimalkan kapasitas waduk, embung, hingga kolam, untuk penyimpanan air. Ia mengingatkan bahwa musim kemarau akan dimulai sejak April hingga Oktober.

“Mulainya dan berakhirnya kemarau juga tidak serempak di seluruh Indonesia.” Kemarau akan dimulai pada April, terutama di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

www.tempo.co