JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Saat Kapolres Karanganyar Dibuat Miris Lihat Sampah Softex Bekas Hingga Kasur Dibuang ke Sungai

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi saat memimpin giat bersih sungai Gabahan, Sabtu (14/12/2019). Foto/Wardoyo

IMG 20191214 WA0027
Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi saat memimpin giat bersih sungai Gabahan, Sabtu (14/12/2019). Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Ada pemandangan berbeda di Sungai Gabahan, Tasikmadu, Karanganyar, Sabtu (14/12/2019) pagi.

Tak seperti biasanya, sungai yang membelah Desa Ngijo dan Papahan Tasikmadu itu riuh oleh warga. Tak hanya itu, ratusan personel kepolisian dan relawan berbagai elemen juga turut menjadi pembeda suasana.

Pagi itu mereka rupanya punya gawe khusus. Dipimpin langsung oleh Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi, para polisi itu tanpa canggung membaur membersihkan sampah yang memenuhi tepian hingga muara sungai.

Aksi bersih sungai tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko ancaman bencana banjir. Pasalnya, sungai Gabahan selama ini dikenal menjadi langganan banjir acapkali datang hujan.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi usai melakukan aksi bersih sungai mengatakan aksi pembersihan sungai tersebut dilakukan dengan sejumlah instansi.

Di antaranya BPBD, Satpol PP serta masyarakat sekitar, secara bergotong-royong  mengangkut sampah dari dasar sungai.

Menurut Kapolres, selain sungai Gabahan, daerah lain yang menjadi perhatian menghadapi musim penghujan ini adalah Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, serta sejumlah desa yang ada di kecamatan Kebakramat.

Baca Juga :  Astagfirullah, Pria Maniak Kimcil asal Sukoharjo Terang-Terangan Akui Cari Kepuasan Hingga Nekat Setubuhi Siswi SD Semalaman. Koarnya Sanggup Bayar Berapapun, Tapi Iming-Iming Bayaran Rp 1 Juta Tak Diberikan

“ Bersih-bersih sungai ini, merupakan langkah awal untuk menggerakkan masyarakat agar perduli terhadap lingkungan, kondisi sungai maupun saluran air  yang berada disekitar mereka. Kalau semua ikut bergerak, saya yakin, potensi banjir dapat diminimalisir,” kata Kapolres, Sabtu (14/12/2019).

Kapolres mengungkapkan membersihkan sungai dari sampah, sangat penting. Pasalnya, menurut Kapolres, sampah yang menumpuk, menyebakan aliran sungai menjadi terhambat.

Ia bahkan sempat miris melihat banyaknya barang bekas yang dibuang di sungai. Tak hanya barang kecil seperti pempers dan softex, pucuk pimpinan Polres Karanganyar itu juga prihatin melihat ada sampah dari kasur bekas yang nekat dibuang ke sungai.

“Tadi kita lihat, sampah begitu banyak dan menumpuk. Begitulah kesadaran masyarakat. Lihat sendiri ada kasur bekas, potongan bambu, sampah masih di plastik, softex, semua dibuang ke kali. Makanya lewat kegiatan ini kita ingin menggugah kesadaran masyarakat jangan lagi buang sampah ke sungai,’’ kata AKBP Leganek Mawardi kepada wartawan.

Baca Juga :  Biadab, Pria asal Sukoharjo Tega Bayar Keperawanan Siswi SD Seharga Rp 1 Juta. Korban Digarap Semalaman di 2 Hotel, Usai Puas Uang Tak Diberikan

Kapolres menguraikan memasuki musim penghujan ini, pihaknya juga telah melakukan berbagai persiapan sarana dan prasarana penunjang. Hal itu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi, seperti banjir dan tanah longsor.

“Kita juga memiliki tim penanggulangan bencana. Sarana dan prasaran penunjang di Satuan Sabhara untuk proses penanganan saat terjadi bencana banjir, mulai perahu dan peralatan evakuasi lainnya, sudah kita persiapkan. Kita juga telah berkoordinasi dengan BPBD dan SAR untuk mengambil tindakan secara bersama-sama jika terjadi musibah bencana,” tandasnya.

Kapolres tak lupa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, saat memasuki musim penghujan.

Terutama bagi warga yang bertempat tinggal di perbukitan dan tebing yang rawan longsor.

“Masyarakat harus meningatkan kewaspadaan, serta mengetahui langkah apam yang harus dilakukan untuk pencegahan dan apa yang harus dilakukan pada saat terjadi becana,” pungkasnya. Wardoyo