JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Sikap Takzimnya Jadi Perbincangan, Istri Kapolda Jateng Ungkap Kenangan Terakhir Ibundanya Sebelum Wafat. Pesannya Bikin Trenyuh!

Momen saat Ny Ningrum Rycko Amelza Dahniel mengolesi kaki seorang janda warakawuri yang terjatuh usai salat di Polres Jepara. Foto/Wardoyo
Momen saat Ny Ningrum Rycko Amelza Dahniel mengolesi kaki seorang janda warakawuri yang terjatuh usai salat di Polres Jepara. Foto/Wardoyo

SEMARANG,JOGLOSEMARNEWS.COM Momen haru saat istri Kapolda Jateng, Ny Hj Ningrum Rycko Amelza Dahniel menolong dan mengolesi salep seorang janda warakawuri yang terjatuh saat kunjungan di Polres Jepara kemarin, menyisakan cerita menyentuh.

Istri orang pertama di jajaran Polda Jateng itu akhirnya angkat bicara soal sikap takzimnya yang mendadak jadi perbincangan itu.

Ny Ningrum mengakui tergerak untuk menolong warakawuri bernama Ny Suwarti (66) itu lantaran teringat almarhum ibundanya.

“Saya melihat Eyang-eyang itu seperti saya melihat Ibunda saya yang telah tiada. Saat-saat terakhir Ibunda sebelum menghembuskan nafas terakhir, saya masih sempat menyuapi makan di tempat tidur,” ungkap Ny Ningrum melalui pesan Whatsapp.

Ketua Bhayangkari Jateng itu kemudian mengisahkan bahwa selesai disuapi dan hendak dirapikan posisi tidurnya, mendadak ibundanya langsung memejamkan mata dan berpulang untuk selamanya.

Baca Juga :  Ganjar Tegaskan Tak Hanya Bagi-bagi Masker, Edukasi Protokol Kesehatan Harus Tetap Diutamakan

Kenangan itulah yang menurutnya masih membekas sehingga menggerakkan nuraninya untuk menolong ibu warakawuri berusia lanjut saat berkunjung di Jepara kemarin.

Seperti diberitakan, Ny Soewarti (66) warakawuri asal Mulyoharjo, Jepara itu terjatuh dan terpeleset di dekat Ny Ningrum seusai salat dan hendak mengambil air wudhu.

Tak pelak, momen itu mendadak jadi perbincangan dan mengundang apresiasi dari puluhan anggota bhayangkari Polres Jepara. Mereka tak menyangka bahwa istri Kapolda begitu sigap dan dengan penuh kasih sayang mengobati ibu-ibu tua yang terjatuh.

“Kebetulan saya ke mana-mana selalu membawa salep counterpain karena lutut saya terkadang sakit. Makanya kemarin begitu Eyang itu mengeluh habis terjatuh sehabis Salat, langsung saya tanyakan. Eyang saya dengar sakit habis terjatuh. Di sebelah mana Eyang sakitnya. lalu ia tunjukan kalau kakinya sempat agak sedikit terkilir dan saya oleskan salep,” terang Ny Ningrum.

Baca Juga :  Wali Kota Salatiga Yuliyanto Dorong Kampung Wisata Candi 2020 Jadi Destinasi Unggulan

Ia juga mengungkap bahwa apa yang dilakukannya itu tak lepas dari buah keteladanan yang ditanamkan oleh kedua orangtuanya.

Di bagian akhir, Ny Ningrum sempat menyelipkan pesan yang bikin trenyuh. Ia menyebut dan mengajak agar selalu menanamkan kebaikan di mana pun berada.

“Allah mboten sare. Pasti hasilnya baik dan selalu berbaiksangkalah kepada kehendak dan keputusan Allah SWT krn Daunpun yang jatuh ke bumi atas ijin dan ridho Allah SWT,” tandasnya. Wardoyo