JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, Kecelakaan Maut di Jalan Raya Sragen, Renggut 140 Korban Tewas. Jumlah Kasus Meroket 1.225 Kejadian, Mayoritas Korban Nyalip dari Kiri dan Riting Mendadak

Kasatlantas AKP Sugiyanto didampingi Kasubag Humas AKP Harno. Foto/Wardoyo
Kasatlantas AKP Sugiyanto didampingi Kasubag Humas AKP Harno. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Jalan Raya di wilayah Sragen masih menjadi penyumpang kematian signifikan. Selama 2019, sebanyak 140 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Bumi Sukowati.

Menariknya, jumlah korban tewas itu meningkat 13 persen dari tahun sebelumnya. Di tahun 2018, jumlah korban meninggal kecelakaan tercatat sebanyak 132 orang.

Hal itu terungkap saat digelar laporan analisa dan evaluasi kejadian laka lantas selama 2019 di Polres Sragen, Jumat (3/1/2020).

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasatlantas AKP Sugiyanto mengungkapkan jumlah kasus kecelakaan selama 2019 juga meningkat.

Jika di 2018, jumlah kecelakaan sebanyak 1.225 kejadian, di 2019 jumlah itu melonjak menjadi 1.043 kejadian.

“Jumlah korban meninggal dunia meningkat dari 132 orang di 2018, menjadi 140 orang di 2018. Luka ringan di 2019 ada 1.552 orang,” papar Kasatlantas didampingi Kasubag Humas AKP Harno.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Bus Hadimulyo Terguling di Purworejo Gemolong Sragen. Satu Penumpang Tewas, Beberapa Penumpang Luka-Luka

Kasatlantas menguraikan masalah infrastruktur yang tak sebanding dengan penambahan jumlah kendaraan menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya jumlah kecelakaan.

Selain itu, penambahan fasilitas seperti rambu-rambu di jalan raya juga masih kurang. Ia menyampaikan dari kasus-kasus kecelakaan di 2019, juga ada tren lokasi kejadian yang tak hanya dominan di jalan raya arteri saja.

Akan tetapi, sebagian kecelakaan juga terjadi menyebar di jalan-jalan desa, jalan antar kecamatan di 20 kecamatan.

“Untuj kecelakaan di jalur tol cukup banyak tapi yang meninggal dunia sedikit,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan, mayoritas kecelakaan dan korban meninggal adalah pengendara roda dua. Faktor human eror menjadi penyeban tertinggi korban kecelakaan sampai meninggal.

Baca Juga :  Mengejutkan, Kebiasaan Nyleneh Predator Pemerkosa Sejumlah Siswi SMP asal Mondokan Sragen. Bukan Karena Video Cabul, Tapi Jadi Bernafsu Karena Sering Mabuk Bensin Campur Cairan Ini!

Kasatlantas mencontohkan salah satu bentuk human eror itu adalah menyeberang mendadak, riting mendadak, dan nyalip dari sebelah kiri.

“Biasanya nyalip dari kiri, nah pas mau naik rodanya selip karena beda ketinggian sehingga saat naik ketabrak dari belakang,” urainya.

Lantas dari sisi umur korban meninggal, mayoritas masih di rentang usia produktif. Yakni antara umur 16 hingga 40 tahun. Termasuk di dalamnya adalah kalangan pelajar.

Ditambahkan, meski jumlah kasus dan korban tewas meningkat, Kasat mengklaim dari sisi peringkat di Jateng, kecelakaan Sragen turun.

Di triwulan terakhir 2019, kecelakaan Sragen berada di posisi keenam atau ketujuh. Sebelumnya ada di posisi tiga besar. Wardoyo