JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

PDIP Solo Tak Akan Habiskan Tenaga Urusi Kader yang Tak Tegak Lurus dengan Partai

Pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa resmi mendaftarkan diri maju sebagai calon walikota dan wakil walikota Solo dalam Pilkada 2020, Senin (16/9/2019), di Kantor DPC PDIP Solo. Triawati PP

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – DPC PDI Perjuangan Solo tidak akan menghabiskan energi untuk mengurusi kader-kader partai yang tidak tegak lurus dengan partai. Hal itu diungkapkan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Solo, Teguh Prakosa saat dimintai tanggapan tentang sejumlah kader partai yang tidak mengikuti peraturan DPC PDI Perjuangan Solo.

Seperti diketahui, sejumlah kader PDI Perjuangan Solo dinilai tidak mengikuti arahan partai karena tidak mendukung penuh pasangan tunggal bakal calon walikota-wakil walikota Solo, Achmad Purnomo-Teguh Prakosa (Pu-Guh). Bahkan beberapa kader PDI Perjuangan Solo turut mendaftarkan diri baik sebagai calon walikota Solo maupun calon wakil walikota Solo.

Baca Juga :  SAH, Gibran-Teguh Dapat Nomor Urut 1, Bajo Nomor 2

“Posisi saya kan berhubungan dengan calon yang diusung PDI Perjuangan Solo. Kalau ingin menegur atau bahkan memberikan peringatan, nanti seolah-olah jadi pamrih saya selaku calon. Saya kira tidak perlu ya, nanti akan selesai sendiri setelah rekomendasi dari Ketua Umum PDI Perjuangan turun,” paparnya, Rabu (8/1/2020).

Teguh juga tidak akan menghabiskan energi untuk mengurusi hal itu. Dirinya memilih untuk membiarkannya dan konsentrasi dengan kemenangan partai.

“Tinggal nanti mereka bisa membuktikan atau tidak. Mereka taat kepada putusan DPP atau tidak. Kalau rekomendasinya turun kemudian mereka tidak bekerja sesuai ketentuan sebagai kader partai, saya kira tetap akan ada sanksi. Sementara ini kami buatkan dulu, habis energi nanti kalau mengurusi yang itu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kekayaan Calon Wali Kota Solo, Bajo Total Rp 1,9 M Sedangkan Gibran Rp 21 M, Ada Motor Honda CB Tahun 1974, Ini Rinciannya

Kendati demikian, Teguh tetap menekankan bahwa DPC PDI Perjuangan Solo mengetahui betul karakter seluruh kader partai.

“Kita tau, termasuk mantan-mangan anggota dewan, mantan ketua dewan kita. Kita tau semua, karakter dan profilnya. Tinggal kita tunggu setelah turun rekomemndasi apakah dia akan tegak lurus dengan partai atau tidak. Itu saja,” tandasnya. Triawati PP