JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Terungkap, Begini Solusi Mengatasi Kelangkaan Pupuk, Disampaikan Langsung Oleh Mbak Luluk Anggota DPR RI

Mbak Luluk (kanan) ketika menyampaikan langkah mengatasi permasalahan kelangkaan pupuk. Dok. Pribadi

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Luluk Nur Hamidah, Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PKB membeberkan sejumlah langkah nyata mengatasi permasalahan kelangkaan pupuk.

Melalui rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (5/1/2020), di Wonogiri, langkah itu disampaikan saat kunjungan kerja pada Senin Desember 2019, di Sragen.

Bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sragen, Mbak Luluk, sapaan akrabnya, mendapat keluhan soal pupuk. Terungkap bahwa sampai masa tanam pada hari ke-15 petani tidak mendapatkan jatah pupuk yang semestinya.

Dari jumlah kebutuhan pupuk semestinya, hanya mendapatkan sekitar 60 persen. Dimana dalam satu hektare sawah dengan kebutuhan 250 kilogram, kerap hanya mendapatkan 150 kilogram. Hal ini sering dialami petani setiap datang masa tanam.

Baca Juga :  Dapat Durian Runtuh, Widiastuti Nugroho Bawa Pulang Motor Yamaha NMax Gres Dari Semarak Undian Tabungan Berhadiah PT BPR Bank Giri Suka Dana Wonogiri

Selain persoalan pupuk, para petani juga kesulitan air, khususnya di wilayah Sragen utara. Dinas mengusulkan kepada Mbak Luluk untuk membuat sumur resapan bukan sumur dalam untuk mengatasi hal tersebut. Juga konservasi hutan dengan menanam pohon yang bisa menahan air hujan.

Menanggapi keluhan itu, Mbak Luluk, menyampaikan beberapa langkah strategis terkait kesulitan yang dihadapi para petani tentang kelangkaan pupuk. Pasalnya kalau ini dibiarkan akan berpengaruh terhadap hasil panen dan gol target petani sejahtera tidak akan pernah terwujud.

Terkait dengan distribusi mungkin bisa dilakukan pemotongan birokrasi. Jika semula dari produsen ke tengkulak kemudian pengecer, bisa melibatkan BUMDes yaitu dengan cara dari produsen ke BUMDes. Hal ini juga menghindari permainan harga pupuk.

Baca Juga :  Dari Layanan KB Gratis di Puskesmas Giriwoyo 1 dan 2 Wonogiri Sukses Jaring 32 Akseptor, ini Perinciannya

‘Peran BUMDes sangat strategis jika dilibatkan dalam distribusi pupuk.
Kesulitan pupuk ini akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait dan pemangku kepentingan khususnya pengambil kebijakan terkait pupuk,” jelas dia.

Selain itu, permasalahan kelangkaan pupuk juga akan dilaporkan pada Pimpinan Komisi IV dan juga Fraksi PKB untuk segera disikapi.

Sebagai alternatif pupuk kimia petani digerakkan dengan pembuatan pupuk organik. Bahan dasarnya banyak dimiliki oleh petani yaitu kotoran hewan. Sehingga petani tidak selalu bergantung pada pupuk kimia.

“Sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas Peternakan di Kabupaten Sragen sedang digalakkan juga budidaya cacing. Kotoran dari cacing ini lebih baik daripada kotoran hewan untuk dijadikan pupuk. Hal ini untuk menopang pertanian organik,” pungkas dia. Aria