loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Eksa Rusdiyana, S.P., M.Sc, Dosen dari program studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian UNS berhasil meraih ADI Award 2020 untuk kategori dosen dengan pengabdian masyarakat di daerah 3T (Terdepan-Terluar dan Tertinggal).

Anugrah tersebut diberikan bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun Asosiasi Dosen Indonesia ke 22 yang diselenggarakan dalam rangkaian edutech expo di Jakarta Convention Center 6-10 Februari 2020.

Selain kategori tersebut, pemenang dalam kategori lain diantaranya Assoc. Prof. Dr. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc (Universitas Indonesia) yang berhasil meraih kategori penulis di jurnal international bereputasi-score SINTA tertinggi dan kategori Dosen Pembimbing mahasiswa berprestasi di tingkat nasional/internasional terbanyak.

Kemudian ada Dr.Novisrayani Kesmayanti, M.Si (Universitas IBA Palembang) sebagai dosen penerima hibah aktif, Dr. Gerald Arief (Universitas Bina Nusantara) kategori Inovasi Pembelajaran, Prof. Ir. Muhammad Sarjan, M.Agr.CP, Ph.D (Universitas Mataram) kategori Ionovasi Penelitian, Drs.Syaiful Halim, M.Si (Universitas Esa Unggul) kategori dosen dengan paten terbanyak. Serta Dr. Sudaryono, M.Pd (Universitas Raharja) kategori penulis buku teraktif, serta Dr. Muhammad Isa Indrawan, MM (Universitas Pembangunan Panca Budi Sumatera Utara) kategori Dosen Penggiat Anti Narkoba di Perguruan Tinggi.

Baca Juga :  Cegah Corona, Warga Petoran RW 06 Jebres Lakukan Penyemprotan Mandiri

Prof. Dr. Silviana Murni sebagai Wakil Ketua ADI menyampaikan bahwa penghargaan tahunan ini merupakan bentuk apresiasi ADI bagi para dosen yang dinilai memiliki kontribusi dan prestasi.

Eksa Rusdiyana, M.Sc yang saat ini menjabat sebagai koordinator KKN kemitraan UNS secara terpisah menceritakan kegiatan pengabdian masyarakat yang diinisiasi melalui kegiatan KKN mahasiswa tersebut. Kegiatan KKN yang berlokasi di desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat mulai tahun 2018, merupakan daerah yang hanya berjarak sekitar 10 km dari border perbatasan Indonesia Malaysia. Seiring dengan majunya pembangunan border, masyarakat di perbatasan masih memerlukan pemberdayaan untuk mengoptimalkan potensi pertanian pangan dan sektor pariwisata.

Baca Juga :  Terdeteksi Demam Batuk Pilek, 2.795 Warga Solo Berstatus ODP Diminta Lakukan Isolasi Mandiri Selama 14 Hari!

“Saat ini UNS sudah 3 tahun berturut-turut mengirimkan mahasiswa KKN ke wilayah tersebut. Terima kasih kepada UPKKN UNS dan tim KKN Borneo UNS yang masih mengabdi di Sambas sampai saat ini,” urainya, Kamis (13/2/2020). Triawati PP