JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Bawa Karung dan Pisau, Pemulung Ini Dicurigai Sebagai Penculik Anak

Facebook Cha Andini / tribunnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

PALEMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pemulung bernama Irawati ini bernasib sial. Karung yang dipakai untuk tempat barang-barang hasil pulungannya, dicurigai sebagai wadah untuk menculik anak.

Warga Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat 2 Kota Palembang itu dituduh telah menculik anak kecil di Kampung Sawah Brebes, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.

Kejadian itu telah menjadi viral di medsos. Dalam tayangan itu, Irawati sempat mendapat intimidasi dari salah satu warga karena membantah semua tuduhan penculikan.

“Untuk apa saya culik anak orang, hidup saya sendiri saja susah,” keluh Irawati.

Irawati mengatakan, karus yang dia bawa itu memang untuk wadah barang-barang. Dalam karung itu, ada pakaian, alat masak dan barang rongsokan yang ia kumpulkan dari memungut sampah.

Namun, warga menuduh bahwa di dalam karung itu ada anak kecil yang ia culik.

Sementara pisau yang ditemukan saat warga berhasil membongkar karung, diakuinya untuk memotong sayuran.

“Bukan senjata untuk mengancam orang,” jelasnya.

Irawati menjelaskan, kejadian yang membuatnya viral berawal saat sedang duduk di got depan bedengan di Jalan Disibuki Gang iklas, Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur, sekitar pukul 15.30 WIB.

Baca Juga :  Buntut Pentas Dangdut Rhoma Irama, Ratusan Penonton Diwajibkan Rapid Test

Ada warga curiga karung dibawa Irawati berisi barang curian. Irawati pun menjelaskan bahwa ia tidak mencuri, hanya memungut barang bekas.

“Setelah saya jelaskan ke orang itu lalu saya pergi,” terangnya.

Ternyata warga yang menuduh itu kembali mencari keberadaan Irawati.

Saat sedang duduk di depan toko Mega Warna di Jalan Pangeran Antasari, warga yang tak puas dengan jawaban Irawati memaksa untuk membuka karungnya.

Irawati meyakini dirinya tak bersalah menolak untuk membuka karung sehingga terjadi cekcok mulut. Keributan keduanya pun mengundang perhatian warga sekitar.

Tuduhan warga semakin menjadi saat ditemukan pisau dari dalam karung tersebut.

Untuk menghindari aksi main hakim sendiri, wanita paruh baya ini diamankan ke Mapolsek Tanjungkarang Timur.

Ia baru enam bulan berada di kota Bandar Lampung. Alasannya ke Kota Tapis Berseri untuk mencari kehidupan yang lebih layak.

Pasalnya, sejak ditinggal suami pada tahun 1986 ia hidup seorang diri. Irawati tak punya sanak sodara di Bandar Lampung.

Irawati mengatakan telah terjadi salah paham antara dia dan warga yang menganggapnya sebagai penculik. Warga tersebut atas nama, Gita Mandasari.

Baca Juga :  Bambang Wuryanto Akui, PDIP Resmi Dukung Keponakan Prabowo dalam Pilkada Tangsel

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Irianto, tuduhan yang ditujukan kepada Irawati tidak terbukti.

“Kami tidak menemukan barang bukti yang mengarah ke tuduhan itu, dia (Irawati) adalah seorang pemulung barang bekas,” jelasnya.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Yan Budi Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai isu mengenai penculikan anak.

Apabila warga menemukan adanya informasi mengenai penculikan segera lapor ke pihak kepolisian.

“Segera lapor, nanti kami akan menurunkan personel untuk memastikan informasi tersebut,” tegasnya.

Dikutip melalui laman Instagram @respekpeduli_lampung juga membagikan kejadian pilu tersebut.

Melalui laman Instagram tersebut, mantan majikan dari Irawati bernama Sri, mengungkapkan sosok yang sebenarnya dari korban tuduhan penculik ini.

Kejadian yang menimpa Irawati benar adanya, kejadian terjadi pada hari Kamis (13/2/2020) di kawasan Jalan  Antasari, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Tanjung Karang Timur Kota Bandar Lampung.

Polisi pun akhirnya telah mengantarkan Irawati ke rumah mantan majikannya, Sri Astuti. Warga pun akhirnya berkunjung ke rumah Sri Astuti untuk menemui korban.

Sri mengisahkan, Irawati pernah bekerja dengannya. Wati, sapaan akrab Irawati menurut Sri  adalah orang yang jujur, baik, dan tidak aneh-aneh.

“Saya kaget mas melihat berita itu, akhirnya saya ke kantor polisi untuk memastikan berita tersebut, tsb, dan benar adanya itu adalah bik Wati Ungkap,” ungkap Sri.

www.tribunnews.com