JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dapat Berkah Dipinang Yuni, Suroto Mengaku Sama Sekali Tak Menyangka

3087
Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Suroto. Foto kolase/wardoyo
loading...
Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Suroto. Foto kolase/wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketua Fraksi PKB Sragen, Suroto yang menjadi cawabup pendamping Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengaku tak menyangka bisa mendapat kepercayaan mendampingi petahana di Pilkada 2020.

Hal itu disampaikan Suroto, saat ditanya perihal tanggapannya meraih rekomendasi. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan kaget saat menerima rekomendasi PDIP mendampingi Yuni.

“Ya, saya nggak nyangka. Kaget juga direkomendasi jadi Cawabupnya Mbak Yuni,” paparnya, Jumat (21/2/2020).

Legislator dua periode asal Mijahan, Ngembatpadas, Gemolong itu menuturkan dirinya sebenarnya tak pernah berfikir bakal maju ke Pilkada.

Namun ketika rekomendasi dan partai menugasi, tidak ada kata lain kecuali siap.

“Ya harus siap Mas,” tukasnya.

Seperti diberitakan, DPP PDIP akhirnya mengumumkan rekomendasi calon yang diusung ke Pilkada 2020. Bupati Yuni menyampaikan dirinya memang telah direkomendasikan DPP PDIP untuk berduet dengan politisi PKB, Suroto sebagai calon wakil bupatinya di Pilkada Sragen 2020 mendatang.

Namun, Yuni yang kembali bergabung dengan PDIP melalui rehabilitasi itu, mengaku sempat kaget saat tahu nama Suroto yang direkomendasi menjadi tandemnya ke Pilkada.

Hal itu diungkapkan Yuni saat menggelar konferensi pers dengan wartawan di ruang bupati Sragen, Kamis (20/2/2020). Ia mengatakan rekomendasi itu sudah dibacakan oleh Ketua DPD Bambang Wuryanto di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Untuk Jawa Tengah, ada 12 daerah yang sudah muncul rekomendasi pasangan yang bakal diusung PDIP. Termasuk Sragen yang merekomendasi dirinya dan Suroto.

Baca Juga :  Jumlah ODP Corona Sragen Tambah 8 Orang, 3.231 Warga Diminta Isolasi Mandiri Selama 14 Hari!

“Sempat kaget juga (dipasangkan Suroto). Tapi itulah realita yang harus kita hadapi,” paparnya.

Yuni mengatakan rekomendasi DPP yang menduetkannya dengan Suroto itu sedikit mengejutkannya. Ia menyebut tidak ada penjelasan dari DPP perihal penunjukkan nama Suroto sebagai pendampingnya.

Namun, Yuni sempat mengatakan bahwa pada saat wawancara di DPD Jateng sebelumnya, dirinya memang pernah ditanya oleh Sekretaris DPD, Bambang Kusriyanto perihal siapa calon wakil yang dia usulkan.

Saat itu, Yuni mengaku dengan tegas dirinya memilih nama Dedy Endriyatno yang selama 4 tahun ini mendampinginya sebagai Wabup.

“Waktu itu Pak Bambang Kribo (Bambang Kusriyanto), saya ditanya bagaimana wakilnya. Saya jawab dengan tegas saya milih Mas Dedy. Karena salah satu yang mendaftar lewat DPC PDI perjuangan Mas Dedy. Saya bilang begitu, beliau bilang usulan kami terima Mbak,” terang Yuni.

Yuni menjelaskan alasan memilih Dedy disebutnya dengan segala  pertimbangan di antaranya merasa sudah connect dan bisa nyekrup. Namun ketika akhirnya justru disandingkan dengan nama lain, ia pun mengaku dirinya pun sudah siap.

“Saya ditanya lagi kalau apapun keinginan partai bagaimana sikap Mbak Yuni, saya jawab siap. Tapi kalau keinginan saya saya jawab seperti itu tadi (Dedy),” tuturnya.

Saat ditanya apakah sebelumnya sempat ditawari jika dipasangkan dengan Suroto, Yuni mengatakan semua proses yang mendaftar di PDI Perjuangan di DPC maupun yang mendaftar di DPP juga pasti melalui itu.

Baca Juga :  Tak Main-main, Pemkab Sragen Datangkan 2 Drone dari UMM Malang untuk Semprot Massal Wilayah Sragen Kota. Gunakan Desinfektan Kapsul Yang Ampuh Bunuh Virus Covid Seperti di Wuhan dan Korea

Namun semua proses kemudian digodok oleh DPP PDIP lewat Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu). Meski berbeda dengan pilihan awal, Yuni mengaku sangat memahami keputusan DPP yang tentu sudah mempertimbangkan hitung-hitungan politik sebelum menerbitkan rekomendasi.

“Tapi semuanya tentu harus diperhitungkan dari berbagi sudut pandang. Tidak hanya sudut pandang Mbak Yuni, jadi nanti apapun keputusan dari partai saya sampaikan saya siap,” tandasnya.

Meski demikian, Yuni menegaskan dirinya adalah orang yang mudah beradaptasi dan tidak ingin euforia berlebihan.

Ia memaknai rekomendasi itu adalah salah satu cara dirinya untuk bisa meneruskan visi misi saya untuk Sragen lebih baik lagi.

Perihal bagaimana dengan pasangannya Suroto? Ia meyakini sama-sama sudah dewasa dan akan melakukan semuanya bersama-sama untuk Sragen.

“Jadi pasti bisa kenapa tidak. Selamat Berjuang!!,” pungkasnya. Wardoyo