JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

DAPM Grabag Gelar Workshop Motivasi dan Pengembangan Toko Modern

Dok Suharno

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Grabag, Kabupaten Purworejo menggelar workshop motivasi dan pengelolaan toko modern di Gowongan Inn Hotel, Yogyakarta, Rabu (26/2/2020) dan Kamis (27/2-2020).

Manajer DAPM Grabag, Anang Supriyanto menjelaskan, workshop hari pertama membahas pengelolaan toko modern.

Sedangkan hari kedua, menghadirkan fasilitator Direktur Amalia Consulting, Suharno, berisi materi tentang motivasi, komunikasi dan pelayanan prima.

Workshop peningkatan kapasitas tersebut diikuti oleh 12 peserta. Mereka mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.

“Alhamdulillah materi yang disampaikan Pak Suharno dari Amalia Consulting, membumi dan mudah kami cerna,” ujarnya, sebagaimana dikutio dalam rilis ke Joglosemarnews.

Suharno menyampaikan materinya secara komunikatif dan interaktif dengan pendekatan kearifan lokal dan spiritual, sehingga mampu membuka cakrawala dan sudut pandang peserta.

“Sehingga kami bisa mengelola dan mengembangkan DAPM lebih baik lagi ” tuturnya.

Di akhir kegiatan, peserta menyusun komitmen personal, siap melaksanaan hasil workshop secara optimal yang tumbuh dari kesadaran diri sendiri.

Peserta juga optimis kinerja dan keuntungan Toko Bahtera Mandiri 2020 bisa meningkat 30 persen.

Anang menjelaskan, DAPM awalnya bernama Unit Pengelola Kegiatan (UPK) merupakan salah satu program PNPM Perdesaan pada era pemerintaan SBY didirikan di setiap kecamatan.

Tujuan pendirian DAPM untuk memberdayakan ekonomi keluarga pra sejahtera, berupa Simpan Pinjam Perempuan (SPP) tanpa agunan dengan sistem tanggung renteng.

Keberadaan DAPM yang dikelola masyarakat ini bisa tumbuh berkembang dengan baik. Salah satunya adalah DAPM Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Berdiri tahun 2009 dengan modal awal Rp 1, 4 miliar, saat ini telah berkembang menjadi lebih dari Rp 5 miliar.

Tidak hanya melayani pinjaman untuk kalangan perempuan saja. Tahun 2016 usahanya diperluas dengan mendirikan toko modern.

Awal mula pendirian toko untuk mewadahi produk anggota SPP yang kesulitan pemasaran, tidak bisa menembus toko modern seperti Indomart dan Alfamart.

Toko modern yang didirikan diberi nama Bahtera Mandiri, mampu tumbuh dan bersaing dengan toko modern. Saat ini mempekerjakan 5 orang dan tahun 2019 membukukan laba 94 juta. suhamdani

Baca Juga :  Optimistis Menangkan Pilkada Solo, Bajo Berharap Dapat Nomor Urut 1. Ini Alasannya....