JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Duh, Wanita Ini Dijadikan Budak Seks 30 Tahun

ilustrasi / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Membawa lari anak orang seminggu saja bisa jadi masalah. Tapi, pria asal Venezuela bernama Matias Salazar (56) ini malah menyekap perempuan selama 30 tahun dan menjadikannya sebagai budak seks.

Selama itu pula, tak pernah ada yang berhasil mencium gelagat kejahatannya. Namun suatu ketika, korban  berinisial M (49) itu berhasil melarikan diri, dan terbongkarlah kebusukan pelaku.

Pihak Kejaksaan Venezuela pun akhirnya mendakwa Matias Salazar atas tuduhan perbudakan seksual terhadap seorang perempuan selama 31 tahun.

Dalam dakwaan, Salazar disebut memperbudak korban di apartemennya yang berlokasi Maracay, dekat ibu kota Caracas.

Baca Juga :  Media Asing Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia, Sebut Menkes Terawan sebagai Orang Paling Bertanggung Jawab atas Krisis Akibat Pandemi yang Dialami Indonesia

“Pelaku memanipulasi dan menipu korban sehingga yang bersangkutan meninggalkan rumah pada tiga dekade lalu,” ujar jaksa penuntut sebagaimana dikutip dari situs berita Asia One, Kamis (13/2/2020).

Tak berhenti di perbudakan, Salazar juga didakwa atas kejahatan lain. Ia didakwa berlapis untuk perkara perbudakan, kekerasan psikologis, dan kekerasan seksual.

Korban Salazar, yang berinisial M (49), diketahui baru berusia 19 tahun ketika diculik dan kemudian diperbudak oleh Salazar. Ia disekap di sebuah gedung yang tidak jauh dari tempat ia tinggal bersama istri dan putrinya.

Baca Juga :  Ini Peraturan Pelaksanaan Ibadah Umrah di Masa Pandemi Covid-19: Batas Waktu hanya 3 Jam, Jemaah Dibagi Per Kelompok 1.000 Orang

Tidak ada yang mengetahui ataupun mencurigai aksi Salazar selama tiga dekade. Menurut tetangga-tetangganya, Salazar adalah figur yang ramah.

Alhasil, ketika Kepolisian menangkap Salazar, tidak ada yang menyangka bahwa ia telag menyekap M selama puluhan tahun. Aksi Salazar sendiri terungkap ketika M berhasil melarikan diri pada tanggal 24 Januari lalu.

Pengacara Salazar, Jose Briceno, bersikukuh kliennya tidak bersalah. Ia menyebut Salazar dipersekusi gara-gara kabar bohong dan pemberitaan media.

Kasus perbudakan ini pertama kali menyita perhatian publik pada 5 Februari ketika diangkat oleh portal berita online Venezuela Cronica Uno.

www.tempo.co