JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Efek Virus Corona, Harga Bawang di Solo Diprediksi Akan Naik

Ilustrasi bawang merah dan putih yang dijual pedagang pasar. Foto/JSnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Efek Virus Corona mulai menyebar ke segmen ekonomi. Kali ini, efek Virus baru tersebut berdampak pada tersendatnya pasokan impor bawang putih ke sejumlah wilayah termasuk Kota Solo.

Sampai saat ini, Pemerintah Kota Solo masih terus menunggu kebijakan pasti terkait impor komoditas pokok tersebut. Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, pihaknya memprediksikan akan ada kenaikan harga pada komoditas bawang putih, meskipun kenaikan tidak signifikan.

“Sudah diprediksi akan naik (harga bawang putih-red). Ini terjadi akibat merebaknya virus Corona sehingga impor bawang dari China tersendat. Namun kami sudah meminta kepada pemerintah pusat untuk tetap membuka kran impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Kamis (6/2/2020).

Baca Juga :  Pemkot Solo Perbolehkan Masyarakat Gelar Lomba Agustusan, Tapi Larang Malam Tirakatan

Kendati demikian, Heru tetap menyampaikan kepada masyarakat untuk berbelanja bijak.

“Masyarakat harus tetap bijak dalam berbelanja. Selain itu kan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) sudah ada sikap termasuk sidak dan rapat yang kami lakukan beberapa waktu lalu. Tapi sampai saat ini stok bawang masih aman, meski belum pasti hingga kapan,” tukasnya.

Baca Juga :  2 Hari Ini Antrean Panjang Terlihat di Kantor Dinkop Solo, Abaikan Social Distancing, Ada Apa?

Sementara itu, Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo mengatakan bahwa nantinya akan ada semacam Bulog kecil untuk menjaga stok komoditas pokok khususnya bawang putih, bawang merah, dan cabai.

“Jadi ke depan kami punya stok sendiri namun memang terbatas beberapa item saja. Ini juga bisa untuk mengetahui penyaluran rantai distribusi, kalau biasanya kan dari produsen ke pengepul, baru kemudian ke pedagang dan selanjutnya ke masyarakat,” pungkasnya. Triawati PP