JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pakar Sebut Deteksi Dini Virus Corona di Pintu Masuk ke Indonesia Lemah

Ilustrasi virus corona / wikipedia.org / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Kebanyakan pintu embarkasi pelabuhan maupun bandara di Indonesia lebih banyak mengandalkan thermal scanner untuk mendeteksi virus Corona.

Padahal, alat tersebut tidak bisa digunakan untuk mendeteksi virus Corona. Demikian dikatakan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia.

“Hanya mengindikasikan awal orang dalam keadaan demam tinggi, bisa jadi karena virus. Virusnya apa belum tentu Corona,” ujar anggota Dewan Pakar organisasi itu, Hermawan Saputra dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (29/2/2020).

Selain itu, Hermawan menuturkan, orang yang terinfeksi virus Corona juga belum tentu demam tinggi karena masa inkubasi virus 14 hari sampai timbul keparahan. Sehingga, jika seseorang baru terinfeksi 2-3 hari tidak akan terdeteksi. 

Untuk mengantisipasi virus Corona, pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan harus melakukan penguatan internal di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP, atau Porth Health).

Menurut Hermawan, KKP ini tidak sekedar hadir untuk duduk melainkan melakukan screening surveillance untuk memastikan orang yang keluar masuk Indonesia ini betul-betul steril dari virus Corona.

Ia menyarankan pemerintah melakukan penguatan internal dalam mendeteksi virus Corona.

“Ada penguatan infrastruktur kesehatan, mulai dari tenaga kesehatan, peralatan, sistem prosedur. Ini harus diterapkan.”

Hermawan juga menyarankan agar ahli kesehatan masyarakat dan ahli epidemiologi atau ahli-ahli pada kasus wabah bersifat pandemi turut dilibatkan dalam surveillance.

Yang terpenting juga harus ada kejujuran di antara ilmuwan dan elit politik. Seperti dunia intelijen harus bisa menangkap informasi sebelum betul-betul terbukti.

“Artinya dalam dunia kesehatan harus dilakukan. Lakukan penguatan untuk upaya-upaya itu. Toh di wilayah kita belum confirm positif,” kata dia.

www.tempo.co

Baca Juga :  Pasca Mundurnya Beberapa Pegawai, ICW: KPK Harus Kurangi Gimik Politik