JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Preman ini Paksa dan Tonton Sepasang Kekasih Lakukan Hubungan Badan di Sekitar Bandara Trunojoyo Sumenep, Jika Tak Mau Diancam Begini

Ilustrasi . pexels
loading...

SUMENEP, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sepasang kekasih di Sumenep dipaksa melakukan hubungan badan oleh seorang preman tukang palak di sekitar Bandara Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Madura.

Preman ini diketahui berinisial MR, sedangkan sepasang kekasih tersebut berinisial FA dan FN.

Kisah pahit ini bermula ketika FA dan FN sedang pacaran di lokasi kejadian, lantas didatangi MR sambil membawa celurit.

Sang preman memeras kedua korban senilai Rp 10 juta karena terpergok pacaran di tempat tidak semestinya.

Karena kedua korban tidak mampu memenuhi keinginan sang preman, maka FA dan FN dipaksa melakukan hubungan badan di sekitar Bandara Trunojoyo.

“Awalnya tersangka MR menghampiri kedua korban yang sedang berpacaran dengan membawa sebilah celurit.”

“Kemudian tersanga MR langsung mengambil kontak sepeda motor korban,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi, Rabu (26/2/2020).

Tersangka MR, katanya, menanyakan pada korban sedang apa di tempat tersebut dan saat menjawab sedang duduk saja, tersangka langsung minta uang awalnya Rp 10 juta.

Baca Juga :  Kabar Baik, 8 Pasien Positif Corona Asal Magetan Dinyatakan Sembuh Setelah 14 Hari Dirawat di Madiun

Setelah korban mengatakan tak punya uang, sehingga tersangka MR ini menyuruh korban untuk berhubungan badan.

“Apabila kedua koran ini tidak menuruti permintaan tersangka MR, maka diancam akan memanggil kepala desa dan warga sekitar,” katanya.

“Dan tersangka posisinya waktu peristiwa itu memegang sebilah celurit, karena korban FA dan FN merasa ketakutan dan akhirnya menuruti keinginan tersangka untuk berhubungan badan yang ditonton oleh MR,” terangnya.

Tak cukup di situ, setelah menuruti keinginan tersangka MR, korban harus memilih sejumlah pilihan jika ingin bebas.

Pertama harus membayar uang Rp 10 juta, dan kedua korban harus membayar uang Rp 3 juta dan pacar korban FN harus berhubungan badan dengan tersangka.

“Karena korban merasa takut, korban harus membayar uang Rp 10 juta dan berjanji akan membayar besok sore. Dan tersangka meminta dua Hp milik FA dan FN ini sebagai jaminan,” kata Deddy Supriadi.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana Sembuh dari Virus Corona

Seteleh dua Hp milik korban diambil oleh tersanga MR, kemudian tersangka membebaskan FA dan FN untuk pulang.

“Atas kejadian itu, korban melaporkan pada kami dan dengan mendasari tersangkaan pasal 368 KUHP dan pasal 289 KUHP.

“Dari itu barang siapa dengan melawan hukum, melakukan pemerasan dan mengancam dengan kekeran dan berikutnya memaksa untuk bersetubuh diancam hukuman penjara 9 tahun,” tegasnya.

www.tribunnews.com