JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tak Terima Diintip Saat Asyik Menikmati Malam Pertama, Pengantin Baru Ini Hajar Tetangganya, Tapi Harus Berakhir Seperti Ini

Ilustrasi . pexels


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

TUBAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tak terima malam pertamanya diintip oleh tetangganya, pengantin baru di Tuban ini hajar pengintipnya. Tetangga yang tak terima lantas melaporkan kejadian penganiayaan itu ke polisi.

Suami dari pengantin yang diintip malam pertamanya itu justru dihukum enam bulan penjara. Pengantin baru Sukesno (30) harus mendekam di penjara atas penganiayaan yang dilakukan terhadap tetangganya yaitu Wahyudi.

Kasus tersebut bermula saat Sukesno berhubungan badan dengan istrinya sebut Siti setelah satu bulan menikah.

Saat di rumahnya di Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek, pasangan tersebut sedang bermadu kasih di kamar.

Namun saat jendela kamarnya terbuka, Wahyudi seusai pulang dari ronda mengintip adegan indehoy tersebut, Senin (28/10/2020), sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Anak Bungsu Akidi Tio Pemberi Dana Rp 2 Triliun Ditangkap Polisi, Terkait Hibah Bodong?

Sukesno yang mengetahui lalu mengejarnya dan memukul Wahyudi dengan pipa besi pada bagian kening hingga mengakibatkan luka.

Tak terima dengan perlakuan Sukesno, korban lalu melaporkannya ke polisi hingga berujung pada penetapan tersangka.

“Sukesno ditetapkan tersangka oleh polisi, sekarang sudah divonis bersalah dengan pidana empat bulan.

Dia tidak terima diintip Wahyudi,” kata Humas Pengadilan Negeri Tuban, Donovan Akbar Kusuma Buwono, Kamis (13/2/2020).

Dia menjelaskan, tersangka dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan karena melakukan pemukulan terhadap korban.

Vonis pengadilan lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum yaitu enam bulan penjara. Dengan jatuhnya vonis tersebut, maka terdakwa akan menghirup udara bebas pada 30 Februari mendatang.

Sebab, vonis dikurangi masa tahanan sejak 30 Oktober lalu.

Baca Juga :  Berawal Curiga Polisi Bongkar Sindikat Pembuat Surat PCR Palsu. Dipesan untuk Penumpang Pesawat, Harganya Rp 900.000 Tanpa Tes

“Vonis dikurangi masa tahanan, sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sekarang,” pungkasnya.

www.tribunnews.com