loading...

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menyusul pengumuman resmi istana mengenai WNI positif terkena virus corona kepanikan melanda masyarakat Indonesia.

Indikasi kepanikan dapat terlihat dari perilaku masyarakat yang berbondong-bondong menyerbu pusat perbelanjaan untuk memborong sembako. Selain beras, telur, dan pangan lainnya, rempah-rempah di pasaran ikut menjadi sasaran dari panic buying masyarakat.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa sekaligus Anggota DPR RI Komisi IV, Luluk Nur Hamidah mencemaskan akan terjadinya kelangkaan pangan dimana-mana. Jika perilaku Panic Buying ini terus berlanjut, hal ini dapat berujung pada kelangkaan pangan dimana-mana. Akibat dari kelangkaan adalah harga bahan pangan dan sejumlah kebutuhan pokok akan membumbung tinggi. Belum lagi masalah lanjutan berupa pedagang nakal yang memanfaatkan kepanikan masyarakat akan ancaman virus corona dengan menimbun menaikkan harga secara tidak wajar.

Namun dibalik adanya ancaman vorus corona, menurut Luluk, ada hal positif yang harus dimanfaatkan. Ketika pemerintah menghentikan impor bahan bangan dari negara lain maka potensi penyerapan hasil produksi pertanian lokal bisa maksimal. Petani tidak akan khawatir untuk memasarkan hasil pertaniannya sebab arus importasi ditutup akibat ancaman virus corona dan hasil positifnya adalah kebutuhan pangan nasional akan lebih bergantung pada sumber-sumber pangan lokal. Hal ini menurut Luluk akan menjadi suntikan semangat besar bagi petani untuk meningkatkan kapasitasnya dalam bertani.

Baca Juga :  Ternyata Penyemprotan Disinfektan di Wonogiri Tidak Dihentikan. Kendati Libur Lebaran Upaya Memutus Penyebaran Virus Corona Itu Masih Berlanjut

“Momentum ini merupakan saat yang tepat untuk penguatan dan penataan hulu dan hilir produksi pertanian untuk menjamin ketersediaan pangan ditengah kepanikan wabah virus corona. Saat panen, penyerapan harus maksimal agar harga tidak jatuh dan agar distribusi lancar. Selain itu penguatan petani melalui penyuluhan menjadi salah satu dukungan penting agar Indonesia berdaulat pangan dan bisa berhenti menggantungkan diri pada importasi pangan,” kata dia melalui rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (7/3/2020).

Selanjutnya, Luluk mengimbau masyarakat tidak panik menanggapi wabah virus corona hingga melakukan aktifitas berbelanja yang berlebihan. Di sisi lain, beliau menekankan sangat penting bagi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan kebutuhan sehari-hari untuk menghindari kelangkaan serta untuk mengendalikan harga di pasar. Adanya fenomena kenaikan harga dan kelangkaan masker dan hand sanitizer akibat kepanikan wabah virus corona sudah cukup mersahkan. Jangan sampai hal ini terjadi juga pada bahan pangan, pemerintah harus memastikan agar ketersediaan pangan agar harga tetap stabil di pasaran.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Masjid Agro Nur Syifa Dusun Sinung Desa Suci Kecamatan Pracimantoro Wonogiri Terima Bantuan Mobil Sosial Double Cabin 4X4. Diserahkan Usai Salat Id Dengan Standar Protokol Pencegahan COVID-19

Selain itu Luluk juga mengimbau masyarakat berhati-hati dengan hoax mengenai virus corona agar tidak mengalami rasa khawatir yang berlebihan hingga paranoid.

“Sangat penting saat ini untuk menyaring informasi dengan hati-hati agar tidak termakan hoax. Khawatir boleh tetapi ketakutan berlebihan harus dihindari mengingat isu ini sangat sensitif dan mudah menyulut panik. Para pelaku penyebar hoax virus corona harus ditindak tegas agar tidak menyebarkan teror dan rasa takut berlebihan ditengah kecemasan global akan virus corona,” tegas dia. Aria