loading...

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penyebaran virus corona berimbas pada ketersediaan darah di PMI Sukoharjo. Stok darah di PMI kini menipis.

Kepala Seksi Pelayanan Masyarakat UDD PMI Sukoharjo Musrifah, dalam rilis Sabtu (28/3/2020), menyebutkan status KLB corona di Sukoharjo serta imbauan pemerintah untuk beraktivitas di rumah sementara waktu, seketika mendapatkan pembatalan donor darah mobile unit. Padahal donor darah mobile unit itu terjadwal sejak Maret hingga April.

Baca Juga :  Jumlah Pasien Positif Covid-19 Meroket, Rumah Dinas Wakapolres Dijadikan Ruang Isolasi Pasien Positif. Ada Tiga Pasien Perempuan Positif dan Dirawat, Semua Dalam Kondisi Begini!

“Pembatalan oleh sejumlah panitia event baik dari komunitas maupun instansi, berdampak pada penurunan stok darah harian PMI,” tegas dia.

Kegiatan donor darah mobile unit PMI Sukoharjo, jelas dia merupakan pelayanan jemput bola atau keliling bekerja sama dengan komunitas serta instansi. Kegiatan ini menjadi penyumbang terbesar stok darah di UDD PMI Sukoharjo, yakni sebesar 70 persen.

Baca Juga :  Status KLB di Sukoharjo Diperpanjang Hingga Akhir Juli 2020, Gegara Kasus Positif COVID-19 Tertinggi Ketiga di Jateng

Di sisi lain sejumlah pasien seperti penderita thalasemia, demam berdarah, penanganan pembedahan atau operasi, pasien dengan pendarahan dan lainnya, tidak dapat ditunda kebutuhan transfusi darahnya.

Demi menjaga ketersediaan darah, donor dilayani selama 7×24 jam. Hal itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Hingga Sabtu (28/3/2020), stok golongan darah A sebanyak 10 kantong, B sebanyak 24 kantong, O sebanyak 34 kantong dan AB 8 kantong. Aria