JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Demo Gegara 70 Warga Dilanda Sakit Dampak TPA Sukosari Karanganyar, Ini Tuntutan Para Warga dan Ancam Terus Blokade Jalan Masuk TPA Jika Tak Dipenuhi!

Ilustrasi gunung sampah

loading...
Ilustrasi gunung sampah

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Aksi demo puluhan warga Dusun Sukosari, Desa Sukosari, Jumantono menggelar aksi demo dengan memblokade jalan masuk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari, Senin (16/3/2020) digelar dengan sejumlah tuntutan.

Para warga di dua RW itu di antaranya menuntut kompensasi kesehatan untuk warga. Pasalnya dampak buruknya pengelolaan sampah yang memicu melubernya gunungan sampah, telah berimbas buruk memicu 70 warga dilanda sakit.

Selain itu mereka pengelolaan sampah yang bagus dan tidak mencemari lingkungan warga lagi. Tuntutan ketiga, mereka meminta limbah air yang keluar dari lokasi TPA harus bersih sehingga tak mencemari air warga maupun lingkungan.

“Tuntutan kami adalah kompensasi untuk kesehatan warga, pengelolaan yang bagus dan limbah yang keluar harus bersih,” papar koordinator aksi sekaligus tokoh Sukosari, Purwanto.

Jika tidak dipenuhi, ia mengatakan warga siap melanjutkan aksi memblokade akses pintu masuk TPA Sukosari agar truk sampah gagal beroperasi.

“Kami akan selalu menjaga dan mengawasi. Jika tidak, tidak pernah dilakukan. Padahal, kami sudah lapor terkait keluhan, namun baru seminggu ditindaklanjuti,” tegasnya.

Purwanto menguraikan aksi itu sebagai bentuk protes atas tersumbatnya saluran air akibat menggunungnya sampah di TPA tersebut.

Baca Juga :  Dihantam Covid-19, Jalan Tol Solo-Ngawi Kehilangan Pendapatan Rp 600 Juta Perhari. Jumlah Kendaraan Melintas Berkurang 10.000 Perhari

Warga geram lantaran gunungan sampah itu amblas dan menyumbat saluran air hingga berimbas memicu luapan banjir di dusun setempat.

Aksi itu digawangi warga Rw 01 dan Rw 02 Dusun Sukosari, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono. Akibat pemblokiran jalan masuk, membuat belasan truk berjajar mengantri di depan TPA Sukosari, tepatnya berada disamping Jalan Raya Jumantono.

Purwanto mengatakan aksi tersebut terpaksa dilakukan karena buruknya pengelolaan sampah di TPA Sukosari, berimbas menyengsarakan warga.

Menurutnya, munculnya gunungan sampah yang terbiarkan itu memicu berbagai masalah ke warga.

Di antaranya melubernya tumpukan sampah ke permukiman, polusi bau busuk ketika hujan, hingga serbuan lalat ke permukiman yang mengganggu kenyamanan lingkungan.

Terlebih, lokasi TPA hanya sekitar 50 meter dari permukiman warga. Ia mengungkapkan buruknya pengelolaan sampah itu memicu banyak warga yanh sakit dan lingkungan jadi tak sehat.

“Sakitnya ada yang masuk angin, DBDD, asam lambung, tipes dan lainnya. Dalam kurun dua bulan Januari sampai Februari ini saja ada 70 warga yang jadi korban dan sakit” paparnya.

Baca Juga :  Banyak Restoran dan Hotel di Karanganyar Tutup Dampak Pandemi Covid-19, Pemkab Beri Keringanan Denda Pajak. Pajak Bumi dan Bangunan Juga Dilonggarkan 2 Bulan

Dampak buruk luapan juga telah mematikan pertanian warga. Ia mencatat setidaknya ada banyak tanaman di persawahan warga sekitar TPA yang gagal panen dan bacek gegara terendam luapan air.

“Sumur Pamsimas yang digunakan untuk minum setiap harinya pun juga ikut tercemar sampah yang menggenang. Apa warga harus diam saja,” tukasnya.

Perihal problem itu sebenarnya sudah disampaikan ke pihak pengelola TPA dari DLH. Namun hanya dijanjikan mediasi dan belum ada solusi.

Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan, Plt Kepala DLH Karanganyar, Dahono mengatakan pihaknya akan segera  berkoordinasi dengan DPUPR terkait problem pengelolaan TPA Sukosari.

Menurutnya, sejauh ini pihaknya sudah mengerahkan satu eskavator, satu bakchoe dan satu diesel penyedot air. Ia berjanji akan membantu semaksimal mungkin memberi solusi atas keluhan warga di Sukosari.

“Kalau soal tumpukan sampah itu sebenarnya terjadi karena musim hujan yang deras, serta sampah setiap hari semakin menumpuk. Tetapi kami berjanji akan mencari solusinya. Saat ini, baru kami tindaklanjuti dahulu dengan mengeruk sampah dan menyedot air supaya terlihat dimana sampah menyumbat, ” tandasnya. Wardoyo