JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Lagi, Satu Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng. Berasal dari Semarang, Sempat Dirawat 10 Hari di RS Kariadi

Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang isolasi RSUD Sragen. Foto/Wardoyo

IMG 20200316 192609
Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang isolasi saat simulasi di RSUD Sragen. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Provinsi Jawa Tengah, kembali mengonfirmasi satu kasus kematian karena virus Corona (Covid-19), Selasa (17/3/2020).

Pengumuman itu disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Yulianto Prabowo.

Kepada wartawan, Gubernur mengatakan pasien positif Corona asal Semarang meninggal pada Selasa dinihari pada pukul 03.48 WIB.

Sebelum dinyatakan positif, ia sempat dirawat di rumah sakit karena keluhan penyakit lain, selama sepuluh hari.

Sejauh ini, total ada enam kasus positif Corona di Jateng. Dua orang di antaranya meninggal, sementara empat orang lainnya masih dalam perawatan.

Baca Juga :  Ngaku Bisa Deteksi Makhluk Halus, Pria Berinisial S Ini Kemudian Setubuhi 9 Siswi Bau Kencur Secara Bergiliran. Alasannya Harus Diusir dengan Bersetubuh, Korban Berusia 13 sampai 15 Tahun

Empat pasien positif Corona yang masih dirawat, yaitu dua orang di RSUD dr Moewardi Solo, satu orang di RSUP dr Kariadi Semarang, dan satu orang di RS Tidar Magelang.

“Yang meninggal, warga Semarang. Dirawat di Kariadi, dinyatakan positif Corona,” tuturnya.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, sampai hari Selasa, jumlah ODP (orang dalam pengawasan) terkait Covid-19 sebanyak 1.005 orang.

Yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) ada 69 orang, yakni masih dirawat 42 orang, dan yang sudah dinyatakan sehat 24 orang. Sebanyak tiga orang meninggal tapi negatif Corona.

Baca Juga :  Guberbur Jateng Bersama KPU, Bawaslu dan Pihak Terkait Bahas Skenario Pelaksanaan Pilkada dalam Kondisi Darurat Pandemi dan Erupsi Gunung Merapi

Ganjar menyatakan pemerintah provinsi tetap menjamin kesehatan warganya dari kasus tersebut.

Untuk itu dia menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan menelusuri orang-orang yang pernah teridentifikasi berdekatan dengan pasien positif Corona. Sehingga dapat menyekat sebaran Covid-19 agar tidak meluas.

Gubernur berharap masyarakat berpartisipasi memberikan informasi, serta memeriksakan kesehatan, khususnya jika ada riwayat berdekatan dengan pasien, atau pernah mengunjungi wilayah terdampak Corona.

Pemeriksaan tahap awal dan konsultasi terkait Covid-19 atau indikasi Corona, bisa dilakukan di tujuh rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. JSnews