JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Jumlah ODP Corona Karanganyar Melonjak Tajam, Anggota DPRD Provinsi Jateng Sebut Belum Tentu Karena Pemudik. Minta Pendataan Pemudik Diperketat dan Imbauan Karantina Mandiri!

Seorang ibu menggendong bayinya turut masuk ke kotak screening disinfektan saat turun dari bus di Matesih, tadi malam. Foto/Wardoyo

loading...
Seorang ibu menggendong bayinya turut masuk ke kotak screening disinfektan saat turun dari bus di Matesih, tadi malam. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Anggota DPRD I Provinsi Jawa Tangah, Muhammad Yunus menilai lonjakan ODP itu belum tentu diakibatkan oleh arus pemudik yang pulang. Meskipun realitanya, setelah ada pemudik, jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) terkait corona virus di Karangayar, mengalami kenaikan cukup signifikan.

Berdasarkan data dari website resmi Pemkab Karanganyar melalui laman http://covid19.karanganyarkab.go.id/ data terakhir hingga Jumat (27/03/2020), jumlah ODP sebanyak 83 orang, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat masih 4 orang.

Namun belum ada warga yang masuk kategori positif Covid-19. Padahal sebelumya, jumlah ODP di Karanganyar sebanyak 23 orang, satu orang dinyatakan lolos dari pantauan.

Anggota DPRD I Provinsi Jawa Tangah, Muhammad Yunus menilai lonjakan ODP itu belum tentu diakibatkan oleh arus pemudik yang pulang.

Baca Juga :  Kabar Buruk, 880 Calhaj di Karanganyar Dipastikan Gagal Berangkat Musim Ini. Seluruh Dokumen Ditarik Kembali, Ditunda Tahun Depan!

Pasalnya, para perantau yang pulang kampung ini, belum dilakukan test, apakah mereka sebagai pembawa atau tidak.

“ Tidak bisa dipastikan seperti itu. Karena perantau juga belum dilakukan test, apakah mereka pembawa atau tidak. Tetapi karena perantau berasal dari luar kota yang terindikasi banyak positif Covid-19, maka otomatis perantau itu statusnya ODP. Nah ODP ini yang kemudian harus dipantau oleh Puskesmas dan jajaran tanggap darurat Covid- 19, apakah ada gejala klinis sehingga bisa berubah status menjadi PDP atau tidak,” paparnya dihubungi wartawan, Sabtu (28/03/2020).

Baca Juga :  Karanganyar Siapkan Ujicoba Masuk Sekolah Mulai 8 Juni 2020. Siswa Akan Dimasukkan 2 Shift Pagi dan Siang, Satu Kelas Maksimal 15-20 Siswa

Menurut Muhammad Yunus, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, di terminal Matesih, hampir semua penumpang tidak paham bahwa mereka harus melapor ketika sampai di rumah.

Mereka juga tidak sepenuhnya menyadari kewajiban untuk harus melalukan isolasi diri karena berstatus ODP.

“Beruntung atas perintah camat Matesih, agar perantau ini segera melapor dan melakukan isolasi diri selama dua pekan serta dilakukan pendataan. Pendataan ini penting agar tim pencegahan Covid-19, dapat melakukan monitoring,” ujarnya.

Yang juga perlu diwaspadai adalah penumpang bus Jakarta-Wonogiri yang turun di Solo. Para penumpang terus melanjutkan dengan menggunakan armada lain ke Karanganyar atau daerah sekitar. Wardoyo