JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Kasus Corona Jateng Melonjak Tajam, Gubernur Ganjar Minta Daerah Pantau Ribuan Pemudik Yang Baru Datang. Ada 6.724 Pemudik Turun di Wonogiri dan 2 Kabupaten Ini!

Gubernur Ganjar Pranowo. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Gubernur Ganjar Pranowo. Foto/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meminta daersmah mengawasi dan memantau pergerakan pemudik yang pulang ke kampung halaman di tengah situasi wabah corona.

Pasalnya, angka kasus corona di Jateng terus melonjak dan kini mencapai 38 positif dan 4 meninggal dunia.

“Berikutnya, saya mencermati pergerakan saudara-saudara kita yang mempercepat mudik ke kampung halaman. Kemarin kita tahu ada 80 bus membawa 1.776 penumpang dari Jakarta ke Jepara. Juga terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jateng,” papar Gubernur, Rabu (25/3/2020).

Gubernur kemudian menyebut misalnya pada 22 Maret di terminal Bulupitu Purwokerto ada 2.323 penumpang turun dan di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2.625 penumpang.

Baca Juga :  300 Kasus Covid-19 dari Klaster Perusahaan di Semarang, Hendi : Jadi Fokus Penanganan

Situasi yang sama juga terjadi di terminal Cepu, Pemalang, kebumen, Wonosobo, Cilacap, dan lainnya.

“Saya meminta kepada kepala daerah, para Bupati dan Walikota untuk mencermati situasi ini,” lanjutnya.

Gubernur me.ohon daerah lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Data setiap perantau yang pulang, cek kesehatannya, dan pantau terus. Protocol yang sama juga harus diterapkan di level desa, bahkan RT dan RW.

Dengan demikian jika ditemukan pasien positif baru, akan bisa ditelusuri riwayat kontak dan pergerakan pasien tersebut.

Para kepala daerah juga harus lebih ketat dalam menghimbau masyarakat untuk tidak menciptakan kerumunan.

Baca Juga :  Sidak ke SMAN 3 Semarang, Ganjar Cek Langsung Proses Validasi dan Verifikasi Data Calon Siswa Baru

Daerah juga dipersilahkan membatasi pergerakan atau bahkan menutup tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya.

Beri edukasi warga untuk menunda setiap bentuk aktifitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan.

“Bapak ibu, sekarang ini sudah terlalu banyak korban jatuh. Bahkan tak sedikit tenaga medis yang berguguran. Karena itu, sayangi dirimu, sayangi keluargamu, bersama kita patuhi himbauan pemerintah, agar tidak semakin banyak air mata tertumpah. Semoga pageblug ini segera bisa kita lalui . Wassalamualaikum wrwb,” pungkasnya. Wardoyo