JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Masuk Zona Merah Corona, Solo dan Semarang Jadi Prioritas Rapid Test Corona Virus

Data jumlah kasus corona di Kota Solo, Sabtu (21/3/2020). Foto/JSnews
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20200322 105859
Data jumlah kasus corona di Kota Solo, Sabtu (21/3/2020). Foto/JSnews

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap jika Presiden RI Joko Widodo menempuh mekanisme opsi rapid test (tes cepat) Covid-19.

Solo dan Semarang disebut menjadi prioritas untuk rapid test. Dua wilayah itu saat ini masuk zona merah corona di Jateng.

Selain angka positifnya tinggi, kedua wilayah juga sudah ada korban meninggal. Data dilansir Pemprov Jateng, Sabtu (21/3/2020), Semarang mencatat ada 606 ODP, 31 PDP dan 6 positif.

Sedangkan Solo ada 5 ODP, 14 PDP dan 5 pasien positif. Bahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo merencanakan akan memprioritaskan tes cepat itu di Solo dan Semarang.

“Prioritasnya ya setidaknya Solo dan Semarang. Itu dilihat dari hasil penelusuran (positif Corona). Kalau ada (alat tes cepat) ya kita prioritaskan dulu (Solo dan Semarang),” ungkap Ganjar, seusai memimpin rapat dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Jumat (20/3/2020).

Baca Juga :  Legenda Arseto Solo, Ricky Yacobi Meninggal Dunia. Diduga Serangan Jantung Saat Main Bola di Senayan. Begini Ceritanya

Ia mengatakan, belum bisa mengetahui kapan tes tersebut akan dilakukan. Pasalnya, hingga saat ini ia belum mendapatkan kabar kapan alat tes cepat itu datang ke Indonesia.

Jika sudah, Ganjar siap menerjunkan tenaga kesehatan untuk mengaplikasikannya pada warganya yang diduga terinfeksi Covid-19.

Namun, melihat dengan perkembangan kasus belakangan ini, menurutnya, wilayah seperti DKI Jakarta perlu mendapat prioritas tes cepat Covid-19.

“Laboratorium kita juga bisa bantu buat VTM (Virus Transport Medium), kalau pemeriksaannya harus lebih detail lagi. Tinggal ada beberapa peralatan yang harus kita beli dari luar. Prioritas ya setidaknya Solo dan Semarang,” imbuh Ganjar.

Baca Juga :  Kabar Terbaru, Bupati Karanganyar Umumkan Belajar Tatap Muka di Sekolah Akan Dimulai Awal Januari 2021. Orangtua Yang Tak Rela Boleh Tidak Setuju!

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak pejabat di wilayahnya memberi contoh, dengan memeriksakan diri sendiri. Sebab, jika diketahui seseorang terinfeksi, akan lebih gampang untuk melakukan isolasi dan pengobatan.

“Saya angkat jempol dengan Wali Kota Bogor Arya Bima. Langsung saya WA dia. Dia hebat karena mau deklarasikan diri. Kalau kena kan diisolasi dan diobati. Ketika sudah sembuh dia akan imun,” tandas Ganjar. JSnews