Beranda Daerah Solo Film “Napi” : Pesan Dari Dalam” Tayang Perdana di Rutan Solo

Film “Napi” : Pesan Dari Dalam” Tayang Perdana di Rutan Solo

Rutan kelas I Surakarta menayangkan secara perdana film "Napi : Pesan Dari Dalam" karya dari Erick Estrada, Sabtu, (25/04/2026) malam. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Rutan kelas I Surakarta menayangkan secara perdana film “Napi : Pesan Dari Dalam” karya dari Erick Estrada, Sabtu, (25/04/2026) malam.

Turut hadir dalam gala premiere film ini Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani, Kepala Rutan Kelas I Kota Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan hingga jajaran forkopimda.

“Ini adalah produk dari warga binaan Rutan Kelas 1 Surakarta dibantu oleh Mas Erick Estrada. Aktor, pemeran, dan juga rules-nya semua itu dari warga binaan,” ungkap Bhanad Shofa Kurniawan, Kepala Rutan usai gala premiere.

Bhanad menjelaskan film yang berjudul “Napi : Pesan Dari Dalam” ini menceritakan tentang bagaimana kehidupan yang ada di rutan. Kemudian kilas balik kembali menjadi manusia yang seutuhnya.

“Alhamdulilah film ini diberikan apresiasi dari pemerintah kota, dari internal kami, dari Bapak Kakanwil dan juga dari masyarakat khususnya yang ada di Kota Surakarta,” terangnya.

Bhanad menceritakan bahwa dalam film ini semuanya original tanpa skrip dan juga tanpa naskah. Namun isinya tetap menghibur dan menceritakan bagaimana pembinaan di dalam rutan itu bisa berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Kolaborasi dengan AK-Tekstil Solo, Pemkot Sediakan Kuota 100 Beasiswa Pendidikan

“Syuting film ini dilakukan 24 jam atau 1 hari. Kemudian sekali take, dari jam 8 pagi sampai dengan jam 3 malam. Jadi ini waktu yang sangat singkat akan tetapi kita dibantu oleh tim yang profesional, sutradara yang terbaik Erick Estrada,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Walikota Solo, Astrid Widayani, mewakili Pemerintah Kota Surakarta merasa bangga dengan kehadiran film “Napi : Pesan Dari Dalam” tersebut.

Menurutnya film ini merupakan satu karya yang luar biasa. Dimana selalu mendukung visi Kota Solo sebagai Kota Berbudaya.

“Slogan Spirit of Java ini harus selalu dikuatkan. Salah satunya dengan karya-karya seni, karya budaya. Yang malam ini juga sudah dibuktikan dari Rutan Kelas 1 Surakarta dengan adanya inovasi, karya pendek. Film pendek yang menggambarkan kondisi di dalam tetapi juga menggambarkan harapan-harapan setelah keluar dari Rutan nanti. Warga binaan bisa mendapatkan kesempatan kedua dan kehidupan yang lebih baik,” terangnya.

Baca Juga :  Bedah Buku di Solo, Digitalitasi Pendidikan Perlu Sentuhan Filosofi

Dilain pihak, sutradara, produser, sekaligus aktor Erick Estrada mengaku sangat senang dan bergembira. Karena melalui film ini dapat memberikan pesan bahwa di tempat yang kotor sekalipun bisa melahirkan sesuatu karya yang luar biasa bersih.

“Disini benar-benar terlihat warga binaan mempunyai semangat baru setelah menjadi aktor dadakan. Pokoknya saya minta dukungannya semoga ini bisa go internasional sudah saya daftarkan. Moga-moga ini bisa menjadi titik awal yang luar biasa untuk warga Solo khususnya,” pungkas Erick.

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.