JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Menengok 6 Tahun Kiprah Ormas Kemanusiaan Poldes Masaran Sragen. Makin Dirasakan Bantu Masyarakat, Berharap Janji Gubernur Jateng Bisa Direalisasi

Pemotongan tumpeng oleh Bupati Sragen di HUT ke-6 Poldes Masaran. Foto/Wardoyo

loading...
Pemotongan tumpeng oleh Bupati Sragen di HUT ke-6 Poldes Masaran. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Minggu (15/3/2020) pagi menjadi hari bersejarah bagi organisasi masyarakat Pengamanan Ormas Lingkungan Desa (Poldes) Masaran Sragen.

Ormas yang bergerak di bidang kebencanaan dan misi kemanusiaan itu tepat berusia enam tahun. Momentum HUT ke-6 itu dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan berbasis masyarakat dan sosial.

Di antaranya, jalan sehat, senam massal, pengobatan gratis, donor darah dan pengukuhan pengurus cabang Poldes Sidoharjo di Desa Patihan. Ratusan relawan dan warga pun turut hadir dalam acara HUT yang dibuka langsung oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati itu.

Acara juga dihadiri anggota DPR RI Luluk Nur Hamidah dan anggota DPRD Sragen, Fathurrohman.

Ketua Ormas Poldes Masaran, Mulyono mengatakan Poldes sebenarnya sudah dirintis mulai 2008 namun baru resmi mengantongi izin dari Kemenkumham pada 2014.

Ia mengakui selama enam tahun perjalanan, Ormas Poldes yang berpusat di Desa Sepat, Masaran, Sragen sudah banyak berkembang.

Selain jumlah relawan yang bertambah menjadi 175 orang dan adanya cabang baru di Sidoharjo, operasinal Poldes pun juga mulai meluas.

Jika sebelumnya hanya fokus pada bantuan SAR kebencanaan dan tanggap darurat penanganan bencana, saat ini Poldes juga melayani pemberantasan sarang tawon, evakuasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan evakuasi ular.

“Sekarang sudah terbentuk Poldes Cabang Sidoharjo yang poskonya ada di Gebung, Desa Patihan. Operasionalnya menyeluruh di wilayah Kabupaten Sragen. Relawan juga terus bertambah, kegiatannya juga merambah pada bantuan pemberantasan sarang tawon dan ular kobra. Ada tim khusus rescue yang menangani itu. Dan semua adalah misi sosial kemanusiaan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (16/3/2020).

Ia tak menampik dengan relawan yang makin bertambah, kehadiran Poldes Masaran juga makin dirasakan di masyarakat.

Baca Juga :  Tertangkap Penyekatan Jalur di Pungkruk Sragen, Lebih dari 1.155 Kendaraan Pelat Jatim Dipaksa Putar Balik ke Daerah Asal

Hal itu ditandai dengan banyaknya laporan masyarakat yang meminta bantuan acapkali ada bencana, sarang tawon, evakuasi korban, hingga ular cobra.

Ketua Poldes Masaran, Mulyono. Foto/Wardoyo

Lebih lanjut, pengusaha sekaligus Kades Sepat Masaran itu berharap di usia keenam, Poldes bisa makin berkembang dan terbentuk pengurus di kecamatan-kecamatan lain.

“Sehingga kalau ada kegiatan atau kejadian urgen kebencanaan bisa makin cepat ditangani,” urainya.

Ia juga mengapresiasi semangat relawan Poldes yang selama ini selalu sigap dalam merespon laporan masyarakat. Meski diakuinya, selama ini sarana prasarana yang dimiliki masih kurang.

Mulyono menyampaikan Poldes baru memiliki 3 mobil operasional dan dua sepeda motor yang semuanya swadaya. Tiga mobil itu terdiri dari mobil rescue, satu mobil patroli dan satu mobil ambulans.

“Yang kurang peralatan perahu karet dan LCR atau mesin perahu karena belum punya sama sekali. Padahal Sragen masuk rawan banjir dan sering evakuasi laka air. Sama mobil ambulans juga baru ada satu. Kadang kurang, meski sebenarnya banyak ambulans dari parpol tapi masyarakat kadang enggan karena kalau berbau parpol itu sensitif. Kebanyakan untuk ambulans banyak yang larinya ke Poldes,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mulyono menambahkan selama ini Poldes memang belum pernah mendapatkan bantuan peralatan dari pemerintah.

“Tahun kemarin waktu Pak Ganjar kunjungan ke Sepat, sebenarnya sempat disaguhi Pak Ganjar, kami minta perahu karet. Sama Pak Ganjar saat itu tanya ke Kalakhar BPBD Provinsi, gimana Kalakhar siap, katanya siap. Tapi sudah lima kali saya tanyakan ke BPBD provinsi, belum juga ada realisasi. Sempat dijawab baru dimusyawarahkan, lalu akan dibantu perahu karet second (bekas) dan waktu itu saya nggak papa yang penting masih bisa digunakan. Tapi sampai sekarang ya belum ada kabarnya lagi,” tukasnya.

Baca Juga :  Satpam Cantik PT PAN Brothers Sragen Hilang Misterius Diduga Bunuh Diri, Suaminya Sampai Syok Berat

Selain itu, kebutuhan mendesak lainnya adalah mesin pemotong pohon atau gergaji. Dua mesin yang dimiliki Poldes saat ini, terkadang masih kurang ketika ada banyak pohon tumbang dan mendesak dievakuasi.

“Kadang pas puting beliung, banyak pohon tumbang ke jalan raya dan jalan vital itu kita sering kekurangan mesin,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang turut hadir dalam kegiatan tersebut berharap agar SAR Poldes Cabang Sidoharjo terus bermanfaat bagi masyarakat dan membawa energi yang baik untuk desa.

Pengukuhan pengurus Poldes Cabang Sidoharjo di Patihan. Foto/Wardoyo

Sementara Ketua Koordinator kegiatan, Alfian Rendi Prasetya menyampaikan kegiatan yang rutin dilaksanakan ini sudah memasuki tahun ke-6.

“Dengan mengusung tema Satu Rasa, Satu Jiwa Untuk Indonesia. Kegiatan kita hari ini untuk sosial kemasyarakatan seperti jalan sehat, pengobatan gratis,  donor darah dan senam massal,” kata Rendi.

Acara yang dilaksanakan ke-6 kalinya ini disampaikan Rendi tidak terlalu berbeda dengan kegiatan-kegiatan tahun sebelumnya masih dalam lingkup sosial kemasyarakatan.

“Hanya saja tahun ini kita sekaligus untuk pengukuhan pengurus dan anggota. Ada 105 anggota seluruhnya,” lanjutnya.

Dengan dilantiknya pengurus dan anggota Poldes, dirinya berharap seluruhnya dapat membantu masyarakat dalam situasi ataupun.

“Situasi buruk istilahnya ada kebencanaan ada sesuatu hal yang mungkin masyarakat membutuhkan kami. Kami siap 24 jam untuk masyarakat,” kata dia.

Rendi mewakili generasi muda juga berharap para pemuda agar turut serta membantu dalam kegiatan kemasyarakatan guna kemajuan wilayah-wilayah yang mungkin masih tertinggal. Wardoyo