JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ratusan Konsumen Tertipu Hingga Miliaran, Kapolres Sragen Pastikan Bakal Periksa Pimpinan Dealer Nusantara Sakti!

AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG20200116104636 816x612 1
AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Sragen memastikan akan memanggil pihak pimpinan dealer Nusantara Sakti Motor Sragen terkait kasus dugaan penipuan ratusan konsumen oleh salah satu oknum karyawan, Mustakim.

Pihak pimpinan dealer jadi target pemanggilan untuk menguak kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dari aksi yang dilakukan Mustakim.

Hal itu disampaikan Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, Selasa (3/3/2020). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia mengatakan saat ini penyidik masih mengintensifkan pemeriksaan terhadap Mustakim.

Mustakim sudah diamankan di Mapolres sejak menyerahkan diri dari pelariannya, medio pekan lalu.

“Ini masih diperiksa. Tim masih mengintensifkan penyelidikan. Nanti pihak pimpinan dealer juga akan kami panggil,” paparnya, Selasa (3/3/2020).

Kapolres menguraikan pemanggilan pimpinan dealer diperlukan untuk mengusut tuntas kasus penipuan yang menimpa ratusan konsumen dengan kerugian hampir Rp 2 miliar lebih itu.

Pihaknya juga berharap masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor ke Polres dengan disertai bukti yang sesuai.

Kemudian para korban diminta bersabar menunggu proses penyelidikan yang sedang dilakukan polisi. Ia berharap masyarakat mempercayakan penanganan kepada polisi dan menghindari aksi anarkisme.

“Harapan kami semua bersabar menunggu karena masih kami proses. Jangan lakukan tindakan anarkis,” tandasnya.

Baca Juga :  Pernah Raih Penghargaan Kapolri, Mantan Kapolres Sragen Ini Dapat Tugas Baru Jadi Dosen Utama di STIK Lemdiklat Polri

Di sisi lain, para korban penipuan berkedok promo dan diskon harga yang dilakukan oknum sales supervisor Dealer Nusantara Sakti Motor Sragen, Mustakim, mendesak pihak kepolisian untuk membongkar tuntas kasus tersebut.

Mereka meminta polisi bisa mengusut kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat mengingat banyaknya jumlah korban dan besarnya kerugian yang dianggap terlalu mustahil dilakukan sendirian oleh Mustakim.

Desakan itu terungkap ketika ratusan korban dari berbagai kecamatan kembali berkumpul, Sabtu (29/2/2020) siang tadi.

Tak kurang dari 145 korban baik korban modus pembelian motor maupun investasi yang dijalankan Mustakim, berkumpul di Balai Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Sragen.

Dalam pertemuan tadi, para korban mulai merumuskan beberapa langkah-langkah strategis untuk berjuang pasca tertangkapnya Mustakim.

Salah satunya dengan merapatkan barisan membentuk paguyuban bernama Paguyuban Korban Nusantara Sakti Sragen.

“Ada enam poin kesepakatan. Salah satunya kita bentuk paguyuban dan pengurus Paguyuban Korban Nusantara Sakti Sragen. Tadi yang hadir sekitar 145 orang, karena sebagian lain izin sedang ada kegiatan,” papar koordinator para korban, Jadi Mulyanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , usai pertemuan.

Pembentukan paguyuban dan pengurus dimaksudkan untuk mempermudah koordinasi, administrasi dan sekaligus pengurusan langkah berikutnya.

Dalam pertemuan tadi, para korban juga sepakat untuk siap berjuang bersama-sama mendapatkan hak karena sudah ditipu dengan kerugian puluhan hingga ratusan juta per orang.

Baca Juga :  Berikut Daftar 30 Warga Sragen Yang Positif dan Meninggal Dunia Hari Ini. Masaran Meledak Tambah 10 Orang, Sidoharjo Sumbang 5 Orang!

“Kami juga sepakat untuk menggandeng pendampingan dari pengacara, LSM dan nanti juga akan kita lanjutkan melapor ke BPSK, YLKI dan OJK untuk kepentingan pengurusan masalah Perdatanya,” terang Jadi.

Selain itu, paguyuban juga siap menempuh jalur diplomasi ke DPRD maupun bupati agar turut atensi mengupayakan solusi terhadap kasus ini.

Pasalnya jumlah korban dari kasus penipuan ini mencapai ratusan orang dengan angka kerugian miliaran rupiah.

Sementara, kepada pihak kepolisian, mereka berharap bisa membongkar tuntas kemungkinan adanya sindikasi atau keterlibatan pihak lain.

“Karena melihat korbannya ratusan orang dan kerugian totalnya miliaran rupiah, rasanya terlalu mustahil kalau hanya dia saja yang bermain. Karena dulu waktu kami membayar juga di kantor Nusantara Sakti Sragen. Lalu pas mbayar juga kuitansinya diambilkan dari kasir. Kalau kemudian pihak dealer menganggap itu kuitansi tidak resmi dan tidak tahu, ini juga jadi tanda tanya besar. Lantas motornya juga diantar pakai mobil dealer dan petugasnya juga seragam dealer,” timpal Aji, salah satu korban kepada JOGLOSEMARNEWS.COM . Wardoyo