JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ternyata Karanganyar Ada 32 ODP dan 2 PDP Kasus Corona Masih Dibilang Aman, DPRD Minta Pemkab Lebih Terbuka Soal Data Corona. “Bilang Aman-Aman Akhirnya Warga Malah Menyepelekan!”

Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang isolasi RSUD Sragen. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20200316 192609
Ilustrasi penanganan pasien corona virus di ruang isolasi saat simulasi di RSUD Sragen. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karanganyar meminta Pemkab melalui Dinas kesehatan, agar memberikan informasi yang jelas terkait sebaran wabah virus Corona. Pasalnya diam-diam Karanganyar sudah ada laporan kasus ODP dan PDP tapi tidak dibuka secara gamblang oleh Pemkab.

Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo menyayangkan kurangnya transparansi data dari Pemkab soal Corona.

Menurutnya, kondisi saat ini penyebaran virus ini sangat cepat dan semua harus waspada.

“Kita tidak bisa mengatakan aman dari wabah virus Corona. Saat ini sudah pandemik. Kita semua harus waspada,” paparnya Jumat (20/3/2020).

Senada, anggota DPRD, Endang Muryani, juga meminta kepada Pemkab Karanganyar lebih maksimalkan lagi sosialisasi untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meledak, DPRD Karanganyar Tuding Pemkab Setengah Hati. Berkoar Minta Tegakkan Disiplin, Tapi Hajatan Abaikan Prokes Masih Dibiarkan Tanpa Tindakan!

Menurutnya Pemkab melalui juru bicara yang ditugaskan harus jujur menginformasikan kondisi penyebaran virus Corona kepada masyarakat secara transparan.

Ia tak ingin ketidaktransparanan informasi dari pemerintah soal data Corona justru membuat warga lengah yang akhirnya akan merugikan warga.

Sebab dari data beberapa informasi yang diterima dari warga masyarakat, di beberapa wilayah di Karanganyar sudah ada warga yang masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Untuk mengetahui kebenaran tersebut saya minta Pemkab untuk transparan dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Sehingga masyarakat akan lebih waspada dan lebih hati-hati,” tegasnya.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut Karyawati Tewas Mengenaskan Terseret Kereta Api 100 Meter di Perlintasan Pulesari Kebakkramat Karanganyar. Awalnya Nyelonong Nyebrang Lalu Bresss..

Ia menilai masih ada warga yang menyepelekan virus Corona dan mengabaikan instruksi yg disampaikan pemerintah.

“Transparansi bukan berarti akan menakut-nakuti warga. Hal ini akan membuat warga lebih waspada dan lebih bijak dalam menyikapi wabah ini. Jangan sampai karena dibilang aman-aman sehingga warga akhirnya jadi menyepelekan,” tegasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Purwanti, sampai hari Jumat (20/03/2020) pukul 13.30, kondisi Karanganyar masih aman.

Dalam arti hingga kini belum ada yang positif virus Corona. Namun ia tidak menampik Karanganyar memang sudah ada laporan soal kasus warga dalam pengawasan dan pemantauan sebanyak 32 orang. Wardoyo