JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

WNI Positif Corona, Terawan: Kemenkes Bakal Telusuri 48 Anggota Club Dansa Yang Pernah Kontak dengan Pasien Positif

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Foto: Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Pemerintah bakal menelusuri data para pengunjung klub dansa yang diduga sebagai lokasi dua warga Depok yang terkontaminasi virus Corona.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatakan pendataan terswbut akan dilakukan dengan pola surveillance track.

Hal tersebut, menurut Terawan, bertujuan untuk melihat dengan siapa saja pasien berinteraksi.

Sebagaimana diketahui, satu dari dua warga Depok yang positif terjangkit virus corona sebelumnya berinteraksi dengan seorang warga negara Jepang di sebuah klub dansa.

Terawan tak menjelaskan di wilayah mana klub dansa yang dimaksud.

“Saya kalau daerahnya enggak tahu, tapi, di klub dansa,” ucap Terawan di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020).

Terawan menjelaskan, WN Jepang itu merupakan teman dekat dari perempuan 31 tahun yang merupakan warga Depok itu.

Keduanya lantas berdansa di klub tersebut pada 14 Februari 2020 lalu. “Memang karena teman dekat. Yang orang Indonesia pintar dansa,” kata Terawan.

Menurut Terawan, pemerintah akan mendata siapa saja yang ada di klub tersebut dengan pola surveillance track. Hal tersebut bertujuan untuk melihat dengan siapa saja pasien berinteraksi.

“Diumumkan juga siapa yang pada waktu itu di klub itu kemudian ada keluhan apa. Kalau enggak ada keluhan ya enggak masalah. Tidak semua yang kontak akan menjadi sakit. Itu prinsip,” kata Terawan.

Dalam mekanisme surveillance tracking pasien akan dicek dari siapa dia kontak, di mana tempat tinggalnya, serta rumah sakit mana yang menangani pasien tersebut.

Terawan menegaskan, tidak semua yang berinteraksi dengan pasien positif virus corona akan tertular.

“Tergantung kondisi badan kita. Kalau imunitas orang baik, ya enggak mempan,” kata dia.

Dua kasus pertama virus Corona di Indonesia ini diumumkan langsung oleh Presiden Jokowi. Mereka adalah ibu dan putrinya yang masing-masing berusia 64 tahun dan 31 tahun, berdomisli di Depok, Jawa Barat.

Kedua warga Depok itu akan diisolasi selama 14 hari dan dilakukan cek ulang di RSPI Sulianti Saroso.

“Yang dihadapi itu Covid-19, yang menakutkan itu beritanya. Ini buktinya apa? tinggal batuknya saja, kondisi virus positif nanti dievaluasi ulang, kalau 14 hari dicek ulang, sekarang masih dievaluasi,” kata Terawan.

Terawan minta masyarakat tidak perlu panik karena temuan dua orang positif virus corona di Depok.

“Kalau mengalami batuk, sesak nafas dan demam, segera datang ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Harus ingat, ini penyakit self limited disease, penyakit yang sembuh sendiri. Sama seperti virus yang lain, angka kematian di bawah 2 persen, dan tergantung imunitas tubuh. Dari awal saya bilang jaga imunitas dan higienitas, gerakan hidup sehat digaungkan di mana-mana,” kata Terawan.

www.tempo.co

Baca Juga :  Dapat Tantangan Debat, Susi Pudjiastuti Minta Effendi Gazali Debat Langsung dengan Nelayan