JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bupati Karanganyar Tegaskan Wilayahnya Belum Perlu Karantina Untuk Pemudik. Sebut Isolasi Mandiri di Rumah Lebih Nyaman

Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Foto/Wardoyo
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menegaskan belum memikirkan untuk membuat karantina besar bagi para pemudik yang pulang ke kampung halaman di Karanganyar.

Pasalnya, ia memandang sejauh ini, para pemudik terlihat merasa lebih nyaman melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan keluarga, petugas kesehatan serta warga sekitar.

Hal itu dikatakan bupati usai menerima bantuan disinfektan, handsanitizer dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi) cabang Jawa Tengah, Senin (06/04/2020).

Menurut bupati isolasi mandiri, membuat para pemudik merasa lebih nyaman. Lewat isolasi mandiri, pengawasan yang lebih ketat juga dapat dilakukan oleh warga sekitar.

“Saya belum pikirkan karantina besar. Karanganyar belum perlu itu. Saya yakin para pemudik jauh lebih nyaman dan senang diisolasi di rumah sendiri. Semua masih bisa terkendali .Isolasi mandiri di rumah masing-masing  diawasi oleh lingkungan sekitar  dan didata,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Kisah Pilu Bertumpuk-Tumpuk Ketua RT di Desa Buran Karanganyar Yang Kecelakaan dan Positif Covid-19. Di Rumah Sakit Tak Boleh Ditunggui, Operasi Tunggu Statusnya Negatif, Kerabatnya di Rumah Malah Meninggal Dunia

Bupati yang akrab disapa Yuli itu menguraikan jika ada yang membandel dari ketentuan isolasi mandiri, maka pemudik akan menerima sanksi sosial yang cukup berat dari masyarakat.

Kemudian, berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah kecamatan, pengawasan yang dilakukan oleh bidan desa dan Puskesmas terhadap para pemudik, secara berkala terus dilakukan.
Hanya saja, pemantauan memang hanya dilakukan melalui telepon selular atau melalui video call.

“Pemantauan dilakukan dengan tidak mendatangi para pemudik yang sedang melakukan isolasi mandiri. Pemantauan dilakukan melalui telepon selular atau dengan melakukan video call, sehingga dapat mengetahui keberadaan warga yang sedang  melakukan isolasi ini. Kalau mereka didatangi, akan menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa yang bersangkutan positif Covid-19, sehingga akan menimbulkan kepanikan di masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Tambah 1 Warga Meninggal, Total Kematian Covid-19 Karanganyar Total 65. Kasus Positif Covid-19 Tembus Angka 362

Ketika disinggung mengenai jaring pengaman sosial yang nantinya akan diberikan kepada warga terdampak wabah Covid-19, ia menyebut masih memerlukan pendataan yang lebih mendalam.

Ia memandang diperlukan pendataan yang lebih akurat dan dilakukan melalui tingkat rukun tetanagga (RT).

“Jaring pengaman sosialnya itu seperti apa. Itu jug harus detail. Yang susah itu banyak. Kategori susah seperti apa. Perlu data yang akurat lewat ketua RT. Saya berharap ini harus bisa dibantu lewat mekanisme gotong royong dulu,” terangnya.

Ia menambahkan jika dalam satu RT ada yang sudah lansia, tidak bisa beraktivitas dan memerlukan bantuan makan, sembako, maka lingkungan diharapkan bisa gotong royong dulu.

“Jika sudah tidak mampu, semua sudah merasa sama-sama terbatas persediaan,  baru akan kami tindaklanjuti,” pungkasnya. Wardoyo