JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Jam Malam Kudus, Polisi Bubarkan Kerumunan Remaja di Rental PS

Remaja yang masih bermain PS di sebuah rental di Kudus diminta untuk ‎kembali ke rumahnya masing-masing, Senin (20/4/2020) malam. TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA

KUDUS, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah warga kabupaten Kudus melanggar jam malam, mereka masih berkerumun di rental PlayStation (PS) dan angkringan hingga malam hari.

Hal tersebut terungkap saat Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kudus melakukan patroli jam malam mulai pukul 20.00, Senin (20/4/2020).

Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Rismanto menyampaikan, ‎kegiatan patroli untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif saat pelaksanaan jam malam.

Kepolisian pun melaksanakan patroli skala besar untuk menjaga ketertiban, khususnya di lokasi rawan kriminalitas.

“Kami kerahkan tim gabungan, total ada sekitar 80 personel yang ikut serta dalam kegiatan malam ini,” ujar dia.

Puluhan pengunjung angkringan hingga rental PlayStation (PS) yang masih berkerumunan diminta untuk membubarkan diri.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Pejabat Bank Indonesia, Bupati Koko Tegaskan Dukung Penggunaan Uang Digital

Warga masyarakat yang melihat kedatangan polisi itu juga mengikuti anjuran.

Kemudian membubarkan diri setelah diminta petugas untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

Polisi sekaligus meminta masyarakat melakukan physical distancing serta menggunakan masker setiap saat.

“Kegiatan ini merupakan langkah preventif dengan cara persuasif terlebih dahulu,” ucapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya juga memasang pamflet dan anjuran kepada pedagang untuk melayani pesanan yang dibungkus.

Jadi tidak membuat kerumunan orang sehingga aktivitas para pedagang juga tetap dapat berjalan normal.

“Jika imbauan tidak diikuti maka kami juga akan mempertimbangkan tindakan represif yang tentu kami tidak inginkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tambah 9 Pasien Lagi, Berikut Daftar Lengkap Warga Terpapar Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Tujuh di Antaranya Pegawai RSUD Sragen!

Menurut Rismanto, upaya tersebut merupakan cara untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Sekaligus menjaga keamanan di tengah program asimilasi bagi napi yang diluncurkan pemerintah untuk memulangkan tahanan ke rumahnya.

“Program asimilasi di Jateng tota‎l ada 3.000 orang, sedangkan di Kudus sekitar 59 orang.

Tentu kami ingin tetap aman dan kondusif maka kami melakukan patroli keliling yang rutin dilaksanakan,” jelas dia.

‎Dia berharap masyarakat bisa turut serta membantu dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas di lingkungan masing-masing.

“Kami harap masyarakat tetap di rumah dan kurangi aktifitas malam yang dirasa tidak perlu.

Jangan lupa mengunci pintu dan selalu waspada memarkirkan kendaraannya,” terangnya.‎

www.tribunnews.com