JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Hasil Rapid Test 22 Dokter dan Perawat Yang Tangani Pasien PDP Corona di RSUD Sragen, Semuanya Dinyatakan Negatif Covid-19

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Sekda Tatag Prabawanto dan Kepala DKK Hargiyanto saat menggelar jumpa pers situasi covid-19, Kamis (2/4/2020). Foto/Wardoyo

loading...
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Sekda Tatag Prabawanto dan Kepala DKK Hargiyanto saat menggelar jumpa pers situasi covid-19, Kamis (2/4/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Bupati Sragen mengumumkan hasil rapid test terhadap 22 dokter dan perawat atau tenaga medis yang menangani pasien dalam pengawasan (PDP) corona virus di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen.

Hasilnya, semua dokter dan tenaga medis itu dinyatakan negatif covid-19. Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menggelar konferensi pers terkait perkembangan covid-19 di aula Sukowati Setda Sragen, Kamis (2/4/2020).

Bupati menyampaikan konferensi pers didampingi Sekda Tatag Prabawanto dan Kepala DKK Sragen, Hargiyanto.

“Kami sampaikan saat ini status Sragen masih dalam status kegawatdaruratan covid-19,” papar Bupati mengawali.

Kemudian ia menyampaikan Pemkab barusaja mendapat bantuan 90 rapid test kit atau perangkat untuk tes cepat covid-19 dari Pemprov Jateng.

Rapid test kit itu didistribusikan 30 di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, 30 di RSUD Soeratno Gemolong dan 30 sisanya di DKK Sragen.

Baca Juga :  33 Warga Kalikobok dan Tanon Sragen Dirapid Test, Hasilnya 2 Orang Dinyatakan Positif. Buntut Satu Kuli Panggul Pasar Kobong Asal Kalikobok Positif Terpapar Covid-19

Untuk rapid test kit di dua RSUD di gunakan untuk melakukan tes terhadap dokter dan tenaga medis. Sedangkan rapid test kit yang ada di DKK akan digunakan untuk melakukan tes terhadap para ODP.

Bupati menguraikan pada tanggal 1 april lalu, perangkat rapid test di RSUD Sragen sudah digunakan sejumlah 22 kit untuk memeriksa para dokter dan perawat atau tenaga medis yang sebelumnya menangani pasien PDP corona.

“Hasilnya Alhamdulillah, semuanya negatif,” terangnya.

Bupati menguraikan untuk rapid test kit di DKK akan digunakan mengetes para ODP terutama mereka yang baru pulang dari wilayah zona merah seperti Jakarta.

Mengingat jumlah rapid test kit yang terbatas, para ODP akan dites secara random. Teknisnya, setiap Puskesmas menunjuk satu ODP untuk sampel yang akan ditest.

Baca Juga :  Pelaku Terungkap, Kasus Teror Petugas Medis di Sragen Berakhir Damai. Korban Sudah Ikhlas Tak Ingin Penjarakan Pelaku, Putuskan Cabut Aduan

“Para ODP itu akan dites dua kali. Pada hari pertama dan ketujuh. Kalau hasilnya negatif di awal, lalu di hari ketujuh dites negatif lagi, ya berarti dia negatif. Tapi nanti juga tetap dites swab,” terangnya.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto menambahkan saat ini rapid tes kit di DKK tinggal 27 alat saja. Karenanya, proses rapid tes terhadap ODP harus dilakukan random.

“Supaya kita tahu kondisi yang pulang dari Jakarta itu bisa diketahui secara cepat apakah positif negatif. Kalau
dari rapid test itu hasilnya ada yang positif, ODP itu akan segera diisolasi dan dites lebih lanjut,” tandasnya. Wardoyo